Hagia Sophia

16 April 2025

Calon Jemaah Haji Harus Memenuhi Syarat Istitha'ah Kesehatan Terbaru

Ibadah haji. (Foto: AP/Rafiq Maqbool)

Pelaksanaan ibadah Haji tahun 2025 semakin dekat. Sebelum melaksanakan rukun Islam kelima ini, ada beberapa syarat istitha'ah kesehatan yang harus dipenuhi calon jemaah haji Indonesia sebelum melunasi biaya perjalanan.

"Dalam pelaksanaan ibadah haji, diperlukan kondisi fisik dan mental yang prima. Bagi mereka yang telah mendapatkan nomor porsi dan terpanggil untuk berhaji, namun memiliki kondisi kesehatan yang berat atau kronis, seperti penyakit menahun yang melemahkan fisik atau kehamilan, disarankan untuk menunda atau membadalkan hajinya," ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI, Liliek Marhaendro Susilo dalam keterangannya dikutip dari laman Sehat Negeriku, Selasa (15/4/2025).

Untuk Kurangi Risiko Kanker Kolorektal, Ini Saran Pakar

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Sewcream)

Singapura melaporkan lebih banyak usia muda yang terkena kanker kolorektal, yakni penduduk di usia 50 tahun ke bawah, termasuk kelompok milenial hingga gen Z. Sejumlah gejala yang umum ditemukan pada pasien kanker kolorektal usia muda meliputi:
  • Darah dalam tinja
  • Nyeri perut
  • Perubahan kebiasaan buang air besar.

Populasi Penduduk Jepang Menurun Selama 14 Tahun Terakhir

Warga Jepang. (Foto: (Damon Coulter/Getty Images))

Data Kementerian Dalam Negeri Jepang mencatat total populasi penduduk di Negeri Sakura itu menurun selama 14 tahun berturut turut. Persentase penduduk usia 65 ke atas juga mencapai rekor 29,3 persen.

Dikutip dari The Japan Times, Selasa (15/4/2025), pencatatan hingga Oktober 2024 yang mencakup penduduk Jepang dan asing adalah 123,8 juta, turun 550.000 atau 0,44 persen dari tahun sebelumnya. Populasi Jepang telah menurun dari tahun ke tahun sejak 2011 setelah mencapai puncaknya pada tahun 2008.

Akibat Embrio Tertukar saat Proses Bayi Tabung, Ibu Ini Lahirkan Bayi Orang Lain

Ilustrasi batyi tabung. (Foto: ilustrasi/thinkstock)

Penyedia layanan kesuburan di Brisbane, Australia tidak sengaja menanamkan embrio orang lain ke dalam tubuh wanita yang menjalani in-vitro fertilization (IVF) untuk mendapatkan anak. Dikutip dari The Sun, Monash IVF sebagai penyedia layanan menyebut 'human error' sebagai penyebabnya.

Kesalahan itu pertama kali diketahui Februari 2025. Saat itu, pasangan yang baru melahirkan meminta sisa embrio untuk dipindahkan ke penyedia layanan IVF lain. Alih-alih menemukan jumlah embrio yang sesuai, perusahaan itu justru menemukan satu embrio kelebihan.

Makin Banyak Generasi Muda Singapura Kena Kanker Kolorektal

Ilustrasi Singapura. (Foto: Getty Images)

Makin banyak gen Z dan milenial di Singapura yang terkena kanker kolorektal atau usus besar. Penyakit yang semula umum ditemukan pada kelompok usia 50 tahun ke atas.

Salah satunya dialami Ambrose Lee (36) yang menyadari gejala pertama kali pada Juli 2022, kala itu jantungnya berdebar-debar dan ia mengeluhkan sesak napas. Lee bahkan merasa sangat lelah setelah berjalan dalam jarak dekat, Lee sempat berpikir keluhan yang dialaminya berkaitan dengan pasca COVID-19, mengingat ia juga pernah terpapar.

Beberapa Tanda Bila Paru-paru Tidak Sehat

Ilustrasi paru-paru. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Natali_Mis)

Tidak merokok atau vape bukan berarti menandakan kondisi paru-paru sepenuhnya sehat. Berbagai macam kondisi bisa mempengaruhi kesehatan paru-paru.

Dikutip dari CNET, data di dunia mencatat lebih dari 260 juta orang hidup dengan penyakit asma. Sementara penyakit paru obstruktif kronik atau (PPOK) membunuh setidaknya satu orang warga AS setiap empat menit. Hal ini menandakan masalah kesehatan paru-paru menjadi hal serius.

Sejumlah Alasan Kenapa Gen Z Enggan Menikah dan Punya Anak

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/PATCHARIN SIMALHEK)

Angka kelahiran rendah menjadi problem di banyak negara seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat. Misalnya di AS, angka kelahiran Negeri Paman Sam itu berada di titik terendah 1,7 kelahiran per wanita. Itu berada di bawah angka ideal total fertility rate (TFR) 2,1, untuk mempertahankan kestabilan populasi.

Faktor utamanya adalah semakin banyak generasi muda, baik dari generasi milenial atau Gen Z, yang enggan untuk menikah atau memiliki anak. Peneliti dari Manhattan Institute dan Institute for Family Studies, Robert VerBruggen berpendapat ini mungkin terjadi karena anggapan hidup single atau lajang lebih menarik bagi generasi muda.