Hagia Sophia

21 November 2022

IDI Minta Pemerintah untuk Waspada Terhadap Meningkatnya Kasus COVID-19 dan Kematian

Ilustrasi COVID-19 di Indonesia. (Foto: Grandyos Zafna)

Pakar kesehatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menyoroti peningkatan kasus COVID-19 signifikan di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, publik harus bersiap dengan kemungkinan laporan harian hingga angka kematian COVID-19 yang terus merangkak naik.

"Indonesia harus berhati-hati dan bersiap hadapi peningkatan kasus COVID-19 dan kematian ke depan," tegas dia.

"Perlu kebijakan lebih agresif lagi untuk memastikan masyarakat, terutama lansia mendapatkan vaksinasi booster," pesan dia dalam akun Twitter pribadinya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Senin (21/11/2022).

Seperti diketahui, subvarian Omicron XBB dan BQ.1 sudah mendominasi 60 persen dari total kasus harian COVID-19. Prof Zubairi menekankan, dalam kasus varian apapun, kuncinya tetap memperketat protokol kesehatan dan peningkatan cakupan vaksinasi.

Baru-baru ini, ia juga ikut menyoroti catatan kenaikan bed occupancy rate di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful Anwar Malang (RSSA). Pasalnya ruangan pasien COVID-19 dikatakan nyaris penuh.

"Alarm. Tingkat keterisian BOR 49 persen, cukup signifikan karena rata-rata BOR di RS sebelumnya 5 persen," terang dia.

Kasubbag Humas RSSA Saiful Anwar Donny Iryan membenarkan terjadinya peningkatan, tetapi kemudian ia mengklarifikasi jika hunian pasien COVID-19 tidak sampai penuh, alias masih tersedia. "Tidak sampai penuh dan stagnan," kata dia, dikutip dari Antara.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pakar IDI Minta RI Hati-hati Kasus COVID-Kematian Ngegas, Desak Perketat Aturan"