Hagia Sophia

20 February 2024

Miliki Tinggi Badan Nyaris 2 M di Usia 13, Putri Legenda Basket Ini Jadi Sorotan

Anak legenda basket Yao Ming, Yao Qinlei (kanan) yang sedang berjalan-jalan bersama ibu dan neneknya. (Foto: Tangkapan layar viral)

Kemunculan putri legenda NBA Yao Ming, Yao Qinlei, menjadi sorotan publik di China. Baru-baru ini, Yao Qinlei terlihat sedang berjalan-jalan bersama nenek dan ibunya, Ye Li, di daerah Shanghai, China.

Dalam sebuah postingan, Yao Qinlei yang berusia 13 tahun itu memiliki tinggi badan yang sudah mendekati tinggi ibunya yang juga seorang atlet basket. Di usia muda itu, tinggi Yao Qinlei diperkirakan mencapai 190 cm. Bahkan di usia tujuh tahun, tinggi badannya sudah mencapai 1,6 meter atau 160 cm. Para ahli memperkirakan tinggi badan Amy bisa saja sampai lebih dari 2 meter.

Dikutip dari laman Dimsum Daily, proporsi tubuh gadis muda tersebut merupakan warisan genetik dari kedua orang tuanya. Di kemunculannya baru-baru ini, gadis kelahiran 2010 itu terlihat berpakaian santai seperti anak seusianya.

Meski usianya masih muda, tinggi badan Yao Qinlei sudah melebihi kebanyakan orang dewasa. Namun, wajahnya masih terlihat seperti anak-anak dengan tinggi badan seperti atlet basket.

"Putri Yao Ming sangat tinggi," tulis netizen dalam foto yang beredar tersebut.

Selain terpukau dengan tinggi badannya, banyak netizen yang juga khawatir dengan kondisi Yao Qinley. Tubuhnya yang terlalu tinggi itu bisa saja memicu masalah kesehatan di kemudian hari.

Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Badan

Berikut sejumlah faktor yang mempengaruhi tinggi badan.

1. DNA
Dikutip dari Medical News Today, faktor utama yang mempengaruhi tinggi badan seseorang adalah DNA. Para ilmuwan percaya bahwa DNA bertanggung jawab atas sekitar 80 persen tinggi badan seseorang.

Artinya, misalnya, orang yang bertubuh tinggi cenderung memiliki anak yang juga bertumbuh menjadi tinggi.

Para ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 700 varian gen berbeda yang menentukan tinggi badan. Beberapa dari gen ini mempengaruhi lempeng pertumbuhan, dan gen lainnya mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan.

Kisaran tinggi badan normal berbeda-beda pada orang-orang dari latar belakang etnis yang berbeda, dengan DNA sebagai penentu utama. Beberapa kondisi genetik, termasuk down sindrom dan sindrom Marfan, juga dapat memengaruhi tinggi badan seseorang saat dewasa.

2. Hormon
Tubuh memproduksi hormon yang memerintahkan lempeng pertumbuhan untuk membuat tulang baru. Hormon-hormon tersebut meliputi:

  • Hormon pertumbuhan
Hormon ini dibuat di kelenjar pituitari dan merupakan hormon terpenting untuk pertumbuhan. Beberapa kondisi kesehatan dapat membatasi jumlah hormon pertumbuhan yang diproduksi tubuh. Hal ini dapat memengaruhi tinggi badan.

Misalnya, anak-anak dengan kondisi genetik langka yang disebut defisiensi hormon pertumbuhan bawaan, akan tumbuh jauh lebih lambat dibandingkan anak-anak lain.

  • Hormon tiroid
Kelenjar tiroid membuat hormon yang mempengaruhi pertumbuhan.

  • Hormon seks
Testosteron dan estrogen sangat penting untuk pertumbuhan selama masa pubertas.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Putri Legenda Basket Yao Ming Jadi Sorotan, Tinggi Badan Nyaris 2 Meter di Usia 13"