Hagia Sophia

30 April 2024

Cuaca Panas di Filipina Capai 50 Derajat Celcius, Warga Keluhkan Hal Ini

Cuaca panas di Filipina. (Foto: AP/Aaron Favila)

Kondisi cuaca panas parah di Filipina sudah mengganggu banyak sektor kehidupan warganya. Kondisi ini bahkan sudah menghambat produksi pertanian, mengganggu pasokan air listrik, hingga membebani dunia usaha.

Indeks panas di Filipina sudah mencapai 50 derajat celsius di beberapa wilayah. Situasi fenomena El Nino yang terjadi disebut memperparah kondisi panas di negara tersebut. Tidak hanya masalah ekonomi, warga juga sudah mulai merasakan masalah pada kondisi kesehatan mereka.

Kondisi panas yang begitu menyengat dapat berbahaya untuk kelompok-kelompok rentan. Cuaca panas ekstrem umumnya dikaitkan dengan berbagai macam masalah kesehatan seperti pusing, muntah, hingga pingsan jika terkena panas dalam jangka waktu yang lama.

Akibat kejadian ini ribuan sekolah telah diliburkan. Menurut data Kementerian Pendidikan Filipina, ada sekitar 3,6 juta siswa yang terdampak.

"Sekarang cuaca sangat panas. Panasnya membakar kulit saya, tidak seperti panas biasanya (musim panas) yang bisa ditoleransi," salah satu warga Filipina bernama Kirt Mahusay (23) dikutip dari Reuters, Senin (29/4/2024).

Tidak hanya Kirt, seorang guru sekolah menengah di Filipina bernama Memia Santos (62) juga mulai mengeluhkan masalah kesehatan. Misalnya seperti tekanan darah yang meningkat akibat panas.

"Tekanan darah saya meningkat karena panas. Punggung kami basah dan terkadang kami pusing," cerita Santos.

Asosiasi Rumah Sakit Swasta Filipina (PHAPi) mengatakan rumah sakit swasta di negara tersebut siap melayani lonjakan pasien yang mengalami penyakit terkait panas. Presiden PHAPi Dr Jose Rene de Grano menuturkan rumah sakit siap merawat pasien akibat dehidrasi, kram panas, kelelahan akibat panas, hingga heatstroke.

Jose mencatat bahwa kondisi kesehatan yang dibawa ke UGD rumah sakit kebanyakan tidak terlalu serius. Pasien yang kondisinya tidak berbahaya dapat dipulangkan dalam sehari.

"Saat cuaca panas, kami menyiapkan rumah sakit anggota kami untuk bersiap menyambut kedatangan pasien yang menderita penyakit terkait panas. Kalaupun ada yang konsultasi, biasanya kebanyakan tidak menginap. Setelah beberapa jam di IGD, setelah stabilisasi, mereka pulang," ungkap Jose dikutip dari Daily Tribune.

Departemen Kesehatan Filipina sebelumnya mengungkapkan sudah ada enam orang yang meninggal terkait gelombang panas dalam periode 1 Januari hingga 18 April. Kasus yang dilaporkan terjadi di Visayas Tengah, Ilocos, dan Soccsksargen.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cuaca Panas Mendidih di Filipina Tembus 50 Derajat Celcius, Warga Keluhkan Gejala Ini"