Hagia Sophia

28 June 2026

Ini Beda Efek Kafein Kopi Vs Teh pada Tubuh

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Nikolay Ponomarenko)

Kopi dan teh kerap kali memiliki stereotip efek yang sangat bertolak belakang pada tubuh. Saat membayangkan pencinta kopi berat, yang terlintas di pikiran biasanya adalah sosok yang gampang gelisah, terburu-buru, dan rentan merasa cemas.

Sebaliknya, secangkir teh selalu identik dengan aura ketenangan dan relaksasi. Padahal, jika bicara soal kandungan zat stimulan di dalamnya, kedua minuman populer ini sama-sama mengandalkan senyawa yang sama, yaitu kafein.

Dikutip dari IFLScience, sebuah studi klinis mencatat kandungan kafein pada berbagai produk teh komersial berkisar antara 14 hingga 61 mg per sajian. Sementara itu, kadar kafein pada secangkir kopi rata-rata berkisar antara 65 hingga 120 mg.

Lantas, mengapa efek melek yang diberikan kopi terasa menendang dan memicu deg-degan, sedangkan teh memberikan efek waspada yang jauh lebih lembut? Jawabannya ternyata ada pada senyawa rahasia bernama L-theanine.

L-Theanine, Senyawa Langka 'Penjinak' Kafein

L-theanine adalah sejenis asam amino yang secara alami terkandung di dalam tanaman teh (Camellia sinensis). Uniknya, senyawa ini tergolong sangat langka di alam karena hanya bisa ditemukan pada daun teh serta beberapa jenis jamur, dan sama sekali absen di dalam biji kopi.

Keberadaan L-theanine inilah yang mengubah cara kerja kafein saat masuk ke dalam tubuh. Kombinasi unik antara kafein dan L-theanine terbukti secara klinis mampu meningkatkan kemampuan konsentrasi dan fungsi kognitif otak, tanpa efek samping negatif.

Sebuah uji klinis meneliti efek ini pada sekelompok orang dewasa muda. Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi L-theanine dan kafein secara signifikan mendongkrak akurasi berpikir, menjaga kewaspadaan, sekaligus mengusir rasa kantuk dengan efektif.

Rahasia Fokus Tanpa Bikin Jantung Berdebar

Studi lain yang memantau aliran darah di otak menemukan fakta menarik. Saat kafein bekerja sendirian memacu sistem saraf (seperti yang terjadi saat minum kopi), tubuh cenderung lebih mudah mengalami gelisah dan gemetaran akibat stimulasi yang terlalu agresif.

Namun, saat kafein tersebut berpasangan dengan L-theanine (seperti pada secangkir teh), senyawa asam amino ini bertindak sebagai 'rem alami'.

L-theanine bekerja memberikan dorongan fokus ekstra pada otak, sekaligus meredam efek samping kecemasan yang biasanya dipicu oleh kafein konsentrasi tinggi. Hasilnya, seseorang akan mendapatkan sensasi melek yang rileks, bukan tegang.

Meski demikian, bukan berarti kopi adalah pilihan minuman yang buruk bagi kesehatan. Sederet penelitian terbaru membuktikan bahwa konsumsi kopi hitam tanpa gula dalam batas wajar sangat kaya akan antioksidan, bermanfaat menjaga kesehatan jantung, hingga membantu sel tubuh tetap awet muda.

Bagi yang sensitif terhadap kafein kopi dan sering mengeluhkan dada berdebar, beralih ke teh hijau atau teh hitam bisa menjadi alternatif medis terbaik untuk tetap produktif tanpa harus merasa cemas seharian.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ternyata Begini Beda Efek Kafein Kopi VS Teh pada Tubuh"