Hagia Sophia

19 June 2026

Kaitan Golongan Darah dan Harapan Hidup, Tipe Mana yang Bikin Panjang Umur?

Foto ilustrasi: Getty Images/EyeEm Mobile GmbH

Selama ini, golongan darah sering kali dikaitkan dengan urusan karakter atau kepribadian seseorang. Tetapi, di dunia medis, rahasia umur panjang seseorang ternyata bisa jadi tersembunyi di dalam aliran darah.

Sejumlah penelitian kesehatan berhasil mengungkap adanya hubungan yang mengejutkan antara golongan darah dengan rata-rata usia harapan hidup manusia. Ini termasuk tingkat ketahanan tubuh seseorang dalam menahan serangan penyakit.

Berdasarkan buku 'The Answer is in Your Bloodtype' karya dokter asal Amerika Serikat, Steven M Weissberg dan Joseph Christiano, analisis data terhadap berbagai golongan darah menunjukkan adanya kesenjangan rentang hidup yang cukup kontras, bahkan hingga selisih 25 tahun.

Hasil Penelitian

Dari data tersebut, golongan darah O dianggap lebih panjang umur dengan rata-rata usia mencapai 87 tahun. Disusul oleh golongan darah B (77 tahun), dan golongan darah AB (70 tahun).

Sementara itu, golongan darah A berada di posisi terakhir dengan rata-rata usia hidup 62 tahun. Secara ilmiah, ini kerap dikaitkan dengan tingkat kekentalan darah yang lebih tinggi serta sifat yang cenderung rentan terhadap kecemasan.

Proteksi Alami Golongan Darah O Terhadap Virus

Ketangguhan pemilik golongan darah O juga dibuktikan dalam laporan ilmiah berskala global. Salah satunya dipublikasikan dalam studi New England Journal of Medicine (NEJM) pada Juni 2020 yang menganalisis populasi di Italia dan Spanyol.

Riset tersebut menemukan bahwa individu dengan golongan darah A menunjukkan risiko infeksi COVID-19 yang lebih tinggi. Sedangkan individu dengan darah tipe O, menunjukkan efek perlindungan yang jauh lebih kuat.

Senada dengan itu, riset di Denmark yang dipublikasikan dalam jurnal Blood Advances terhadap 473.000 orang mencatat tingkat infeksi pada pemilik golongan darah O hanya sebesar 38,4 persen. Angka itu jauh lebih rendah daripada golongan darah A yang mencapai 44,4 persen.

Bahkan saat terinfeksi parah, data dari Kanada menunjukkan pasien bergolongan darah A dan AB jauh lebih rentan membutuhkan alat bantu napas atau ventilator (84 persen) dibandingkan pasien golongan darah O (61 persen). Rata-rata masa rawat inap pasien golongan darah O juga jauh lebih singkat, yakni hanya 9 hari dibandingkan tipe A yang harus dirawat hingga 13,5 hari di rumah sakit.

Pandangan Peneliti soal Keunggulan Orang dengan Golongan Darah O

Dikutip dari The Standard HK, sel darah tipe O tidak memiliki antigen di permukaannya. Tetapi, sel darah tersebut secara alami kaya akan antibodi 'Anti-A' dan 'Anti-B' dalam serumnya. Beragam antibodi ini mampu menetralisir virus lebih awal saat menyerang tubuh.

Selain itu, orang dengan golongan darah O memiliki risiko penggumpalan darah yang rendah. Mereka memiliki mekanisme pembekuan darah yang jauh lebih seimbang, sehingga meringankan beban kerja sistem peredaran darah.

Sebaliknya, pemilik golongan darah A berisiko berumur lebih pendek. Hal ini disebabkan kekentalan darah yang tinggi, sehingga memicu risiko penyakit kardiovaskular.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kaitan Golongan Darah dan Harapan Hidup, Tipe Mana Paling Panjang Umur?"