![]() |
| Foto: Shutterstock |
Penyakit jantung dan diabetes sering kali dianggap sebagai penyakit yang hanya mengintai kelompok lanjut usia. Namun, realitanya kini bergeser. Banyak usia produktif yang terkena serangan jantung fatal akibat tidak menyadari adanya riwayat penyakit kronis di dalam keluarga.
Pengalaman ini dialami oleh seorang pria asal Tangerang Selatan berusia 38 tahun, Reza Anindita Ramadhan. Dirinya tidak pernah menyangka bahwa rutinitas harian yang tampak biasa saja bisa berujung pada ancaman kematian mendadak akibat komplikasi diabetes.
"Jadi tanpa saya sadari ternyata memiliki riwayat diabetes dari orangtua. Intinya setelah tiga hari di ruang HCU lewat berbagai macam pemeriksaan seperti kolesterol, tekanan darah, ternyata penyebab utama adalah gula darah tinggi yang akhirnya membuat penyumbatan pada pembuluh vena jantung," ucap Reza kepada detikcom ditulis Sabtu (18/7/2026).
Reza mengalami serangan jantung pada 30 Maret lalu, sesaat setelah wudhu. Beruntung, nyawanya masih bisa terselamatkan setelah mendapatkan penanganan intensif dan tindakan pemasangan ring jantung. Setelah melewati masa-masa kritis di ruang High Care Unit (HCU), Reza kini terus berjuang memulihkan diri dengan fokus utama mengontrol kadar gula darahnya.
Secara medis, tingginya kadar gula darah di dalam tubuh yang tidak terkontrol ibarat mengalirkan 'cairan sirup kental' ke dalam sistem perpipaan yang halus. Aliran darah yang pekat dan penuh glukosa lambat laun akan mengikis, merusak dinding pembuluh darah, serta mempercepat terbentuknya plak penyumbatan (aterosklerosis).
Ketika pembuluh darah jantung tersumbat total, otot jantung akan kekurangan oksigen secara mendadak hingga memicu serangan jantung. Jika pasokan gula darah ini tidak segera diturunkan pasca-operasi, maka ring jantung yang baru saja dipasang pun berisiko besar mengalami penyumbatan kembali.
Saat ini, Reza bercerita kondisinya sudah jauh lebih baik. Dia mulai bisa beraktivitas dengan normal ditandai dengan mampu berjalan kaki sekitar 30 menit.
"Irama jantung juga membaik, sudah jarang keluhan sakit di bagian dada. PR yaitu menurunkan kadar gula dalam tubuh yang masih tinggi karena bisa memicu penyumbatan kembali di jantung," tandas Reza.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pria Tangsel Umur 38 Kena Serangan Jantung sampai Pasang Ring, Ini Pemicunya"
