Hagia Sophia

21 July 2026

Kemenkes: Banyak Warga Sakit Jantung dan Kanker di 2045

Ilustrasi penyakit kanker (Foto: Getty Images/ardasavasciogullari)

Kementerian Kesehatan memperkirakan jumlah kasus kanker dan penyakit jantung di Indonesia akan meningkat di tahun 2045. Proyeksi tersebut didasari oleh jumlah lanjut usia (lansia) yang kian bertambah.

Seiring meningkatnya usia, risiko seseorang mengalami kanker juga cenderung meningkat karena proses penuaan menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan munculnya berbagai jenis kanker.

Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes dr Yanti Herman mengatakan, di tahun 2045 prevalensi usia lanjut akan meningkat dari yang saat ini 12 persen menjadi 20 persen.

"Berarti sekitar 65 juta penduduk kita di tahun 2045 itu kebanyakan usia lanjut. Bisa diprediksi nggak, penyakit-penyakit kronis salah satunya tadi osteoartrosis, terus cancer-cancer prostat yang ke usia lanjut itu pasti akan meningkat juga," kata dr Yanti saat ditemui di Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026).

"Terus kanker lain (kolorektal) yang sifatnya kronis, begitu juga untuk penyakit jantung," sambungnya.

Menghadapi hal ini, dr Yanti menegaskan bahwa Kemenkes akan terus mendorong dan mendukung rumah sakit di seluruh Indonesia untuk meningkatkan teknologi alat kesehatan mereka, seperti robotik.

"Salah satunya pakai alat kesehatan yang teknologinya, yang kita pikirkan kan banyak bedah itu ya, yang teknologinya tidak menimbulkan sakit. Kebayang nggak udah usia segitu?" katanya.

"Kemudian yang presisi banget, sayatannya kecil. Terus yang kedua, kemungkinan infeksi kan kadang-kadang pasien kalau sudah dioperasi apalagi bedah terbuka seperti itu, balik lagi karena infeksi. Kalau ini (robotik) kan luka sayatannya kecil, kemungkinan infeksinya rendah," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kemenkes Prediksi Banyak Warga +62 Sakit Jantung-Kanker di 2045, Ini Sebabnya"