Hagia Sophia

31 August 2026

Haruskah Dioperasi Bila Kena Batu Ginjal? Ini Penjelasan Dokter

Foto: Getty Images/sasirin pamai

Temuan batu ginjal kerap memicu kekhawatiran karena sering dikaitkan dengan tindakan operasi. Namun, apakah memang semua kasus batu ginjal harus ditangani dengan operasi?

Ternyata, tindakan operasi tak harus selalu dilakukan untuk mengatasi batu ginjal. Spesialis urologi Bethsaida Hospital, dr Boyke Budiman Sumantri, SpU, mengatakan keputusan mengenai tindakan yang diperlukan bergantung pada ukuran batu dan kondisi pasien.

"Tergantung besarnya," kata dr Boyke dalam bincang bersama detikSore, Rabu (26/8/2026).

Ia menjelaskan, batu ginjal juga bisa ditemukan pada pasien yang tidak mengalami keluhan apa pun. Kondisi tersebut disebut sebagai 'silent stone'.

"Kalau misalnya pasiennya yang kebetulan tidak menemukan ada keluhan, dan pada medical check-up ditemukan batu. Itu kita disebut "silent stone". Jadi tidak menemukan gejala apa pun," jelasnya.

Meski tidak menimbulkan gejala, kondisi tersebut tetap perlu diperiksa, termasuk melalui pemeriksaan laboratorium. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya infeksi pada urine, batu tersebut kemungkinan dapat menjadi tempat berkembang biaknya kuman.

"Jadi sebaiknya dieliminasi," kata dr Boyke.

Menurut dr Boyke, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi batu ginjal ini. Salah satunya yaitu Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).

Dengan metode tersebut, pasien tidak perlu menjalani operasi. Batu dihancurkan menggunakan getaran atau gelombang kejut dari luar tubuh.

"Tidak ada operasi. Jadi dikasih getaran," katanya.

Terkait efektivitas ESWL dalam menghancurkan batu ginjal, ia mengatakan hal tersebut bergantung pada kondisi batu dan jenis gelombang kejut yang digunakan.

"Tergantung batunya, dan tergantung jenis daripada gelombang kejutnya," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kena Batu Ginjal, Apakah Harus Dioperasi? Dokter Bilang Begini"