Hagia Sophia

30 August 2026

Jenis Kanker yang Ditemukan pada Usia Muda Makin Banyak, Inikah Penyebabnya?

Foto: Getty Images/gorodenkoff

Sebelas jenis kanker diketahui semakin banyak ditemukan pada kelompok usia muda di Inggris. Peningkatan ini terjadi pada orang yang berada di usia akhir remaja hingga 40-an.

Temuan tersebut berasal dari analisis yang dilakukan ilmuwan dari Institute of Cancer Research dan Imperial College London. Meski begitu, para peneliti menegaskan kanker pada usia muda masih tergolong jarang.

Penyebab pasti meningkatnya kasus kanker pada kelompok usia muda juga belum diketahui secara menyeluruh. Namun, penelitian menemukan adanya kaitan antara peningkatan kasus kanker dengan tren kelebihan berat badan dan obesitas yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Dikutip dari BBC, berikut 11 jenis kanker yang dilaporkan semakin banyak ditemukan pada usia muda:
  • Kanker usus
  • Kanker tiroid
  • Multiple myeloma
  • Kanker hati
  • Kanker ginjal
  • Kanker kandung empedu
  • Kanker pankreas
  • Kanker endometrium atau lapisan rahim
  • Kanker mulut
  • Kanker payudara
  • Kanker ovarium
Kanker usus dan payudara menjadi dua jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada orang dewasa muda. Keduanya secara keseluruhan mencapai sekitar 11.500 kasus per tahun.

Sementara itu, kanker pankreas dan kandung empedu jauh lebih jarang ditemukan.

Menariknya, hanya kanker usus dan ovarium yang dalam penelitian tersebut menunjukkan peningkatan khusus pada kelompok usia muda. Sembilan jenis kanker lainnya juga mengalami peningkatan pada kelompok usia yang lebih tua.

Berat Badan Berlebih Diduga Ikut Berperan

Para peneliti kemudian melihat sejumlah faktor gaya hidup yang selama ini diketahui berkaitan dengan risiko kanker.

Hasilnya, tingkat merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, konsumsi daging merah dan daging olahan, serta pola makan rendah serat tidak menunjukkan perubahan yang cukup untuk menjelaskan peningkatan kasus kanker pada usia muda.

Sebaliknya, satu faktor yang memiliki pola paling sesuai dengan peningkatan kasus kanker adalah kelebihan berat badan dan obesitas.

Jumlah orang yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas telah meningkat sejak dekade 1990-an.

Jaringan lemak berlebih diketahui dapat memengaruhi hormon di dalam tubuh, termasuk insulin. Perubahan tersebut diduga dapat memengaruhi risiko seseorang terkena kanker.

Namun, para ilmuwan menegaskan berat badan berlebih bukan satu-satunya jawaban.

Dalam kasus kanker usus, misalnya, peneliti memperkirakan dari setiap 100 kasus tambahan, sekitar 20 kasus mungkin berkaitan dengan kelebihan berat badan. Artinya, sekitar 80 kasus lainnya masih belum dapat dijelaskan.

"Masih banyak yang belum kita ketahui," kata Prof Marc Gunter dari Imperial College London.

Para ilmuwan masih menyelidiki sejumlah kemungkinan faktor lain, termasuk konsumsi ultra processed food (UPF), paparan PFAS atau bahan kimia yang dikenal sebagai forever chemicals, penggunaan antibiotik, minuman berpemanis, peradangan, polusi udara, bakteri usus hingga paparan herbisida.

Kemungkinan bahwa peningkatan kemampuan mendeteksi kanker juga membuat lebih banyak kasus ditemukan pada usia muda turut menjadi bahan penelitian.

Kasus Kanker Usus di Usia 23 Tahun

Salah satu kisah yang menggambarkan kondisi ini adalah Bradley Coombes, pria asal Portsmouth, Inggris.

Bradley meninggal akibat kanker usus ketika usianya baru 23 tahun. Menurut ibu Bradley, Caroline Mousdale, anaknya merupakan pria muda yang sehat dan bugar. Ia bahkan tengah bersiap menandatangani kontrak sepak bola semi-profesional.

Namun, setelah tahun pertamanya di universitas, kondisi Bradley mulai berubah. Berat badannya turun drastis dan ia mengalami nyeri perut.

Gejala kemudian berkembang menjadi diare dan darah pada tinja.

Caroline mengatakan putranya mengalami berbagai gejala yang seharusnya menjadi tanda bahaya kanker usus. Namun, usianya yang masih muda membuat gejala tersebut sempat dianggap tidak mengarah pada kanker.

Bradley membutuhkan waktu sekitar 18 bulan sejak gejala muncul hingga akhirnya mendapatkan diagnosis.

Ketika menjalani kolonoskopi, ukuran tumornya sudah sangat besar hingga menghalangi alat untuk melewati bagian usus yang terkena kanker.

Bradley kemudian menjalani operasi dan kemoterapi. Namun, pengobatan tersebut tidak mampu menghentikan perkembangan tumornya.

Ia akhirnya meninggal dunia dengan anjing kesayangannya, Buster, berada di sisinya.

"Saya benar-benar merasa, seperti setiap orang tua, bahwa dia akan mewujudkan impian sepak bolanya dan menjalani kehidupan yang luar biasa. Semua itu direnggut karena kanker usus yang muncul di usia muda tidak teridentifikasi sejak awal," ujar Caroline.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "11 Jenis Kanker Makin Banyak Ditemukan pada Usia Muda, Inikah Pemicunya?"