![]() |
| Foto: Thinkstock |
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat mengeluarkan Travel Health Notice Level 2 atau imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan terkait virus Zika di Bali. Peringatan ini diterbitkan menyusul meningkatnya laporan kasus Zika pada pelancong yang kembali dari Bali, Indonesia.
Zika merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan terutama ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Virus ini umumnya ditemukan di wilayah tropis dan subtropis di Afrika, Amerika, Asia Selatan, dan Pasifik Barat.
Sebagian besar orang yang terinfeksi virus Zika tidak mengalami gejala atau hanya mengalami keluhan ringan. Namun, gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
- Demam
- Ruam
- Sakit kepala
- Nyeri sendi
- Mata merah atau konjungtivitis
- Nyeri otot
Gejala Zika umumnya berlangsung selama beberapa hari hingga satu minggu. Sebagian besar pengidap tidak mengalami kondisi yang cukup parah hingga memerlukan perawatan di rumah sakit. Akibatnya, banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi.
"Gejala Zika juga dapat menyerupai penyakit akibat virus lain yang ditularkan melalui nyamuk, seperti demam berdarah dengue dan chikungunya," imbuh CDC.
Meski umumnya tergolong ringan, infeksi Zika dapat menimbulkan risiko serius pada kelompok tertentu. Infeksi selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir serius serta dikaitkan dengan berbagai masalah kehamilan lainnya, termasuk keguguran atau kematian janin, lahir mati, dan kelahiran prematur.
Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi Zika juga dapat memicu sindrom Guillain-Barré (GBS), yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel saraf sehingga menyebabkan kelemahan otot hingga kelumpuhan. Sebagian besar pengidap dapat pulih, meski beberapa orang dapat mengalami kerusakan saraf permanen.
Selain itu, dalam kasus yang sangat jarang, Zika dapat menyebabkan komplikasi serius yang menyerang otak dan sistem saraf, seperti radang otak (ensefalitis), radang selaput otak (meningitis), atau radang sumsum tulang belakang (mielitis). Infeksi ini juga dalam kasus tertentu dapat menyebabkan gangguan darah yang memicu perdarahan, memar, atau proses pembekuan darah yang lebih lambat.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "CDC AS Wanti-wanti Virus Zika di Bali, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai"
