![]() |
| Foto: Getty Images/Aphirak Thila |
Gula sulit dipisahkan dari pola makan sehari-hari. Mulai dari minuman manis, makanan ringan, hingga gula yang ditambahkan ke kopi atau teh. Namun, terlalu banyak mengonsumsi gula tambahan ternyata bisa berdampak pada kesehatan.
Mengurangi asupan gula tambahan dapat memberikan sejumlah manfaat, mulai dari membantu mengontrol berat badan hingga menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
Meski begitu, tubuh juga bisa mengalami sejumlah keluhan ketika asupan gula mulai dikurangi. Dikutip dari Health, berikut sejumlah perubahan yang dapat terjadi saat seseorang mengurangi konsumsi gula.
1. Berat Badan Bisa Turun
Makanan dan minuman tinggi gula umumnya mengandung banyak kalori, tetapi relatif rendah zat gizi.
Asupan gula tambahan yang berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas. Ketika konsumsi gula dikurangi, jumlah kalori yang masuk ke tubuh ikut berkurang.
Kondisi tersebut dapat membantu menurunkan berat badan, terutama jika dibarengi olahraga dan pola hidup sehat lainnya.
2. Kesehatan Gigi Lebih Terjaga
Mengurangi gula juga bisa memberikan manfaat untuk kesehatan gigi.
Konsumsi gula tambahan dapat meningkatkan jumlah bakteri penyebab kerusakan gigi di dalam mulut. Saat memecah gula dan pati, bakteri tersebut menghasilkan asam yang dapat merusak enamel, lapisan pelindung gigi.
Asupan gula dari makanan dan minuman diketahui menjadi salah satu faktor risiko utama terjadinya gigi berlubang.
Selain rutin menyikat dan membersihkan gigi, mengurangi konsumsi gula tambahan hingga kurang dari 10 persen total kalori harian, bahkan menargetkan kurang dari 5 persen, dapat membantu menurunkan risiko gigi berlubang.
3. Jantung Bisa Lebih Sehat
Terlalu banyak mengonsumsi gula tambahan juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Asupan gula berlebih dapat memicu peradangan di dalam tubuh dan berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah serta kadar kolesterol.
Minuman berpemanis, misalnya, dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol HDL atau kolesterol 'baik' dan peningkatan trigliserida.
Dengan mengurangi konsumsi gula, kadar tersebut dapat lebih terkontrol sehingga turut membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
4. Risiko Diabetes Tipe 2 Menurun
Mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Kondisi ini membuat tubuh perlu memproduksi lebih banyak insulin untuk mengimbanginya.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan metabolisme dan diabetes tipe 2.
Mengurangi gula tambahan dapat membantu mengurangi beban tubuh dalam mengatur kadar gula darah sehingga berpotensi menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Namun, perlu diingat bahwa diabetes tidak semata-mata disebabkan oleh konsumsi gula. Pola makan secara keseluruhan, berat badan, aktivitas fisik, faktor genetik, dan gaya hidup juga berperan.
5. Jangan Kaget Jika Malah Ngidam Gula
Ada efek yang mungkin terasa ketika seseorang baru mulai mengurangi gula: keinginan untuk makan atau minum sesuatu yang manis justru bisa semakin kuat.
Bagi orang yang sebelumnya terbiasa mengonsumsi banyak gula, perubahan pola makan dapat memunculkan berbagai keluhan saat tubuh beradaptasi.
Beberapa di antaranya yakni:
- Mudah lelah
- Sakit kepala
- Sulit tidur
- Suasana hati menurun
- Cemas
- Mudah marah
- Keinginan kuat mengonsumsi makanan manis
Keluhan tersebut tidak selalu dialami semua orang dan dapat berbeda-beda tingkat keparahannya.
Cara Kurangi Gula Tambahan
Mengurangi gula tidak berarti harus menghilangkan semua makanan yang memiliki rasa manis. Gula alami yang terdapat dalam buah, misalnya, berbeda dengan gula tambahan yang dimasukkan ke dalam makanan atau minuman selama proses pengolahan.
American Heart Association merekomendasikan orang dewasa membatasi asupan gula tambahan sekitar 100-150 kalori per hari, atau setara dengan sekitar 6-9 sendok teh gula.
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi gula tambahan antara lain:
- Tidak menambahkan gula ke kopi, teh, sereal, atau makanan lainnya.
- Mengganti minuman manis dengan air putih.
- Membaca label nutrisi dan memilih produk dengan kandungan gula tambahan lebih rendah.
- Mengonsumsi buah segar ketika ingin makan sesuatu yang manis.
- Menggunakan ekstrak vanila, almond, atau lemon sebagai penambah rasa dalam makanan.
Namun, bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, terutama diabetes, perubahan asupan gula sebaiknya dilakukan dengan berkonsultasi kepada tenaga kesehatan. Menghindari gula secara ekstrem tanpa memahami kebutuhan tubuh justru dapat mengganggu pengelolaan gula darah.
Jadi, mengurangi gula tambahan bisa membawa sejumlah manfaat kesehatan, tetapi tidak harus dilakukan secara ekstrem. Kuncinya adalah membatasi gula tambahan dan membangun pola makan yang seimbang.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "5 Perubahan yang Terjadi pada Tubuh saat Stop Makan Gula"
