Hagia Sophia

16 September 2026

Waspadai Mata Merah, Bisa Jadi Tanda Infeksi Berat Bahkan Glaukoma

Jangan sepelekan mata merah. Foto: Getty Images/yamasan

Mata merah adalah salah satu keluhan kesehatan mata yang paling sering dialami banyak orang. Karena sangat umum, banyak yang menganggap kondisi ini sekadar iritasi ringan akibat debu, kurang tidur, atau kecapekan yang biasa sembuh hanya dengan tetes mata biasa.

Padahal, mata merah hanyalah sebuah gejala luar. Di baliknya, bisa terdapat berbagai kondisi medis, mulai dari luka kornea, infeksi bakteri atau jamur, hingga serangan glaukoma akut yang mengancam penglihatan.

Risiko Pakai Softlens saat Bersihkan Abu Vulkanik

Soft lens. Foto: Getty Images/nicoletaionescu

Lensa kontak (softlens) memang praktis dan menunjang penampilan sehari-hari. Namun, ketika beraktivitas di lingkungan yang tinggi paparan debu atau saat bersih-bersih abu vulkanik, pengguna softlens menghadapi risiko kerusakan mata lebih tinggi dibandingkan orang berkacamata.

Bagaimana mekanisme bahaya debu di balik softlens dan kapan waktu yang tepat untuk melepasnya?

Sederet Gejala Keracunan pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau para orang tua untuk tidak menunda membawa anak ke fasilitas kesehatan (faskes) saat mencurigai terjadinya keracunan makanan. IDAI menegaskan bahwa keterlambatan penanganan medis jauh lebih berbahaya dibandingkan jenis kuman penyebab keracunan itu sendiri.

"Jangan menunda ke fasilitas kesehatan karena menunggu ramuan penawar racun bekerja. Keterlambatan datang ke fasilitas kesehatan lebih berbahaya daripada jenis kuman penyebab," kata Ketua UKK Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI Dr dr Yogi Prawira, Sp A, Subsp. ETIA(K) dalam media briefing, Jumat (11/9/2026).