Hagia Sophia

13 June 2026

Sering Sembelit Bisa Menjadi Tanda dari Kanker Usus Besar

Foto: Ilustrasi sakit perut (Getty Images/oatawa)

Usus merupakan salah satu organ penting dalam sistem pencernaan yang memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Saat berfungsi dengan baik, tubuh bisa memperoleh nutrisi secara optimal, tapi sebaliknya, gangguan pada usus bisa memicu berbagai masalah kesehatan.

Kanker usus besar merupakan pertumbuhan sel yang dimulai di bagian usus besar. Usus besar merupakan bagian terakhir dari sistem pencernaan. Biasanya kanker usus besar menyerang orang dewasa yang lebih tua, tapi kini, hal tersebut juga bisa dialami oleh orang dengan usia muda.

Gejala Kanker Usus Besar

Seringnya sembelit atau diare serta kelelahan menjadi tanda dari kanker usus besar. Selain itu, dikutip dari laman Mayo Clinic, beberapa gejala lainnya adalah:
  • Rasa tidak nyaman di perut: Kram, nyeri, dan kembung
  • Perubahan feses: Adanya darah dalam tinja
  • Kembung: Gas berlebih di dalam perut
  • Rasa tidak nyaman saat BAB: Merasa seperti tidak bisa mengosongkan usus ketika buang air besar.
  • Berat badan: Terjadi penurunan berat badan tanpa alasan
Penyebab Kanker Usus Besar

Kanker usus besar terjadi saat mutasi genetik mengubah sel-sel usus besar yang sehat menjadi sel kanker. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, sel-sel kanker tersebut membelah dan berkembang biak membentuk polip, yakni jaringan abnormal atau benjolan lunak yang tumbuh di permukaan selaput lendir pada berbagai rongga atau organ tubuh. Seiring waktu, kanker tumbuh menembus lapisan otot dan jaringan yang membentuk dinding usus besar.

Penelitian menunjukkan beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker usus besar. Berikut di antaranya:
  • Usia: Sebagian pengidap kanker usus besar berusia di atas 50 tahun, meski demikian, pengidap yang berusia di bawah 50 tahun semakin meningkat.
  • Riwayat keluarga: Risiko kanker usus besar kemungkinan lebih tinggi jika anggota keluarga biologis terdekat memiliki polip usus yang besar atau kanker usus besar
  • Memiliki banyak polip usus besar: Secara umum, semakin banyaknya polip usus besar, semakin besar kemungkinan satu atau lebih polip menjadi kanker
  • Berat badan: Orang yang obesitas atau kelebihan berat badan berisiko mengalami penyakit ini.
  • Konsumsi alkohol: Bahkan mengonsumsi alkohol ringan hingga sedang bisa meningkatkan risiko kanker usus besar.
Pentingnya Pola Makan Sehat untuk Menjaga Kesehatan Usus

Dokter spesialis gizi klinik dr Juwita Surapsari, MGizi, SpGK mengungkap, kurangnya asupan serat dan vitamin dari makanan bisa menjadi pemicu kanker usus besar. Hal ini karena sayur dan buah adalah makanan yang kaya akan vitamin dan serat yang cukup untuk tubuh. Salah satu vitamin dalam sayur, vitamin C, menurutnya akan membantu penyerapan zat besi dan antioksidan yang mencegah berbagai penyakit.

"Sekarang yang namanya serat makanan kalo tidak terpenuhi, risiko penyakitnya macam-macam. Yang paling kita takutkan apa ya, kanker usus besar," beber dr Juwalita kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Senada dengan dr Juwita, spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi Dr dr Andhika Rachman SpPD-KHOM mengatakan, pola makan yang sehat dan seimbang bisa membantu melindungi tubuh dari risiko kanker usus besar.

"Makanan tinggi serat, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan, sangat baik untuk kesehatan usus karena membantu menjaga kelancaran proses pencernaan," ungkap dr Andhika saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

dr Andhika juga mengingatkan untuk membatasi konsumsi daging merah dan makanan yang diproses tinggi. Makanan olahan dan konsumsi daging merah berlebih bisa menjadi faktor risiko kanker usus besar, terutama jika dikombinasikan dengan diet rendah serat.

"Mengurangi konsumsi daging merah dan olahan dapat menurunkan risiko kanker usus," tambah dr Andhika.

Cara Mendeteksi Kanker Usus Besar

Dikutip dari laman Cancer Council, beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker usus besar di antaranya:
  • Fecal Occult Blood Test (FOBT): Dilakukan untuk mendeteksi jejak darah tersembunyi dalam tinja, tes ini membantu mendeteksi kanker usus pada tahap awal pada orang tanpa gejala. Jika ditemukan darah, biasanya akan dilakukan kolonoskopi unuk menentukan penyebabnya.
  • Kolonoskopi: Tindakan ini melibatkan tabung panjang, tipis, dan fleksibel dengan lensa kamera di bagian ujungnya. Alat ini memungkinkan tenaga kesehatan untuk melihat ke dalam usus untuk mendeteksi adanya polip atau kanker.
  • Sigmoidoskopi: Mirip dengan kolonoskopi, namun tindakan ini hanya memeriksa bagian bawah usus, tempat kanker lebih mungkin berkembang.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sering Sembelit? Hati-hati, Itu Bisa Jadi Tanda Usus Besar Sedang Rusak"