Hagia Sophia

13 June 2026

Kenali Apa Itu Prediabetes dan Cara Mengatasinya

Foto: Getty Images/Mohamad Faizal Bin Ramli

Prediabetes terjadi saat kadar gula darah tinggi, tetapi belum cukup tinggi untuk dianggap sebagai diabetes tipe 2. Kisaran kadar gula darah (glukosa) puasa yang sehat adalah 70-99 mg/dL. Jika mengidap prediabetes, kadar gula darah puasa biasanya berkisar antara 100-125 mg/dL.

Prediabetes umum terjadi. Kondisi ini bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2, yang bisa menyebabkan kerusakan di banyak bagian tubuh jika tidak diobati. Apa saja gejalanya?

Gejala Prediabetes

Prediabetes seringkali tidak menunjukkan gejala. Lebih dari 8 dari 10 orang yang mengalaminya tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit ini. Salah satu kemungkinan tanda prediabetes adalah kulit yang menghitam di ketiak atau bagian belakang dan samping leher.

Dikutip dari laman Cleveland Clinic dan Mayo Clinic, beberapa tanda awal yang mungkin menunjukkan perkembangan menjadi diabetes tipe 2 meliputi:
  • Perubahan pola buang air kecil: Keinginan buang air kecil yang sering, mungkin paling terasa di malam hari.
  • Rasa haus dan lapar: Merasa sangat haus dan lapar, meski sudah makan secara teratur
  • Gangguan penglihatan: Pandangan menjadi kabur
  • Sensasi tidak nyaman di tangan atau kaki: Adanya rasa kesemutan atau mati rasa.
  • Berat badan: Adanya penurunan berat badan yang tidak disengaja
Beberapa tanda lainnya meliputi seringnya terjadi infeksi, kelelahan, hingga luka yang lambat sembuh.

Faktor Risiko Prediabetes

Faktor yang meningkakan kemungkinan terkena diabetes tipe 2 juga meningkatkan risiko prediabetes. Beberapa faktor tersebut meliputi:
  • Berat badan: Kelebihan berat badan menjadi faktor utama prediabetes. Semakin banyak jaringan lemak, semakin resisten sel-sel terhadap insulin.
  • Ukuran pinggang: Risiko resistensi insulin meningkat pada pria dengan lingkar pinggang lebih dari 101 cm dan wanita dengan lingkar pinggang 88,9 cm.
  • Pola makan: Mengonsumsi daging merah dan daging olahan, serta minuman manis dikaitkan dengan risiko prediabetes yang lebih tinggi.
  • Kurangnya aktivitas fisik: Semakin kurang aktif, maka semakin besar risiko terkena prediabetes.
  • Usia: Meski bisa berkembang pada usia berapapun, risiko prediabetes meningkat setelah usia 35 tahun.
  • Riwayat keluarga: Risiko meningkat jika seseorang memiliki orang tua atau saudara kandung yang mengidap diabetes tipe 2.
Praktisi kesehatan dr Diana Suganda, SpGK mengatakan perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor yang membuat banyak kasus diabetes ditemukan pada usia muda.

"Diabetes juga bisa muda-muda, atau prediabetes, kenapa? Karena lifestylenya sudah berubah, makan seadanya atau siap saji yang tidak fokus ke gizinya, lack of activity (mageran), stresor tinggi. Nah (karena) itu risiko-risiko meningkat," kata dr Diana dalam sebuah talkshow.

Cara Membantu Mengatasi Prediabetes

Dikutip dari laman Healthline, berikut beberapa cara untuk membantu mengatasi prediabetes.

1. Konsumsi Makanan yang 'Bersih'
Salah satu faktor risiko pradiabetes adalah pola makan tinggi makanan olahan yang mengandung tambahan lemak, kalori, dan gula tanpa nilai gizi. Pola makan tinggi daging merah juga meningkatkan risiko penyakit ini.

Makanan 'bersih' yang terdiri dari pilihan makanan yang lebih sehat bisa membantu mengembalikan kadar gula darah normal. Hal ini bisa membantu mencegah seseorang mengalami diabetes tipe 2.

Pilih makanan rendah lemak dan rendah kalori dalam diet. Makanan tersebut meliputi:
  • Buah-buahan dengan karbohidrat kompleks
  • Sayuran
  • Daging tanpa lemak
  • Biji-bijian utuh
  • Lemak sehat, seperti alpukat
2. Olahraga teratur
Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko untuk prediabetes. Tak hanya bagus untuk energi, olahraga juga menurunkan kadar gula darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin. Hal ini memungkinkan sel-sel dalam tubuh menggunakan insulin dengan lebih efisien.

Idealnya, aktivitas fisik sedang perlu dilakukan selama 30-60 menit, setidaknya 5 hari dalam seminggu. Latihan bisa meliputi:
  • Jalan kaki
  • Bersepeda
  • Joging
  • Senam aerobik.
3. Menurunkan Berat Badan Berlebih
Mengurangi lemak tubuh hanya 5-10 persen bisa memperbaiki kadar gula darah dan membantu mengatasi prediabetes. Bagi sebagian orang, ini setara dengan 4,5-9kg.

Resistensi insulin juga meningkat saat ukuran pinggang lebih besar, yaitu sekitar 90 cm untuk wanita dan 101 cm untuk pria.

4. Minum Lebih Banyak Air
Minum air putih adalah cara lain yang sangat baik untuk membantu mengatasi prediabetes dan mencegah diabetes tipe 2. Air membantu mengontrol kadar glukosa darah dan merupakan pengganti yang sehat untuk minuman bersoda dan jus buah. Biasanya minuman-minuman tersebut mengandung tinggi gula.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sebelum Jadi Diabetes! Kenali Apa Itu Prediabetes dan Cara Mengatasinya"