Hagia Sophia

30 July 2026

Kenali Pemicu Radang Kulit dari Alergi hingga Imunitas

Foto: Ilustrasi kulit gatal (Getty Images/Jajah-sireenut)

Peradangan kulit merupakan kondisi yang umum terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja. Tanda-tandanya beragam, mulai dari kemerahan, gatal, bengkak, hingga muncul ruam atau lepuhan.

Penyebabnya beragam, mulai dari alergi, infeksi, fotosensitivitas akibat sinar matahari, hingga gangguan pada sistem imun. Dengan mengetahui pemicunya, penanganan yang tepat dapat dilakukan lebih dini untuk mencegah keluhan bertambah parah.

Apa Saja Penyebab Peradangan Kulit?

Dikutip dari laman Healthline peradangan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh memberikan respons terhadap suatu rangsangan atau pemicu. Proses ini melibatkan berbagai jenis sel imun yang bekerja untuk melindungi tubuh dari ancaman.

Sel-sel tersebut melepaskan beragam zat yang menyebabkan pembuluh darah melebar dan menjadi lebih permeabel. Dengan begitu, respons imun dapat lebih mudah mencapai area yang terdampak. Mekanisme ini juga memunculkan berbagai tanda khas peradangan, seperti kemerahan, rasa hangat, dan pembengkakan. Beberapa kemungkinan penyebab peradangan pada kulit di antaranya:

1. Reaksi Alergi
Saat sistem kekebalan tubuh menganggap sesuatu sebagai benda asing dan bereaksi berlebihan, hal tersebut bisa menyebabkan reaksi alergi. Dalam beberapa kasus, reaksi ini menyebabkan peradangan kulit.

Dijelaskan lebih lanjut oleh spesialis kulit dr Ruri D. Pamela, SpDVE, FINSDV, alergi kulit adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat (alergen) yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti sabun, makanan, atau debu. Saat terkena alergen, tubuh akan melepaskan histamin dan zat kimia lain yang menyebabkan radang.

"Kulit menjadi merah, bengkak, gatal, dan terkadang terasa hangat atau perih," ucap dr Ruri saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

dr Ruri menambahkan, alergi bisa menyebabkan peradangan lantaran sistem imun bereaksi berlebihan terhadap alergen, sehingga pada akhirnya melepaskan zat peradangan seperti histamin. Reaksi tersebut membuat pembuluh darah melebar, menyebabkan kemerahan, bengkak, dan gatal.

"Itu semua adalah tanda peradangan," katanya.

Dikutip dari laman Verywell Health, dua alergi kulit yang paling umum adalah:
  • Eksim: Kondisi inflamasi yang menyebabkan ruam bersisik, meradang, dan gatal.
  • Biduran: Reaksi kulit yang menyebabkan benjolan, bercak, atau keduanya.
Konsultasikan dengan dokter untuk mengatasi alergi. Eksim seringkali diobati dengan pelembab dan steroid topikal jika diperlukan.

2. Infeksi Bakteri, Virus, atau Jamur
Beberapa contoh infeksi yang bisa menyebabkan peradangan kulit meliputi:
  • Impetigo: Infeksi kulit menular yang disebabkan oleh bakteri. Sering kali impetigo bermula dari luka kecil, gigitan serangga, atau ruam seperti eksim.
  • Selulitis: Infeksi bakteri pada kulit yang paling sering menyerang bagian bawah tubuh, seperti kaki, telapak kaki, dan jari kaki. Gejalanya berupa nyeri, bengkak, hingga luka lepuh berisi cairan.
  • Kurap: Infeksi yang disebabkan oleh jamur. Gejalanya berupa gatal hingga muncul bercak yang gatal atau bersisik.
Infeksi bakteri biasanya membutuhkan antibiotik. Namun, pada kasus yang parah mungkin memerlukan rawat inap di rumah sakit dengan pemberian antibiotik melalui infus. Sementara, infeksi jamur biasanya akan sembuh setelah menggunakan krim atau salep antijamur.

3. Fotosensitivitas
Fotosensitivitas adalah respons sistem kekebalan tubuh terhadap sinar matahari. Kondisi ini bisa disebabkan oleh obat-obatan tertentu, produk perawatan kulit, dan beberapa gangguan imun.

Fotosensitivitas yang dialami dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit akibat sinar UV matahari dan kanker kulit.

Gejala fotosensitivitas meliputi ruam merah, gatal, lepuh, dan lesi yang mengeluarkan cairan. Reaksi ini bisa terjadi pada kulit mana pun yang terpapar sinar UV matahari.

Pengobatan untuk fotosensitivitas ringan di antaranya:
  • Beristirahat dari sinar matahari.
  • Minum banyak cairan.
  • Oleskan pelembab yang lembut.
Kasus yang parah dapat menyebabkan gejala seperti flu dan bahkan kelelahan. Konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan jika mengalami gejala-gejala ini.

4. Disfungsi Sistem Imun
Terkadang, sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi dengan baik, sehingga mengarahkan respons imun ke jaringan normal dan sehat. Adapun kondisi imun yang bisa berdampak pada kulit meliputi:
  • Psoriasis: Gejalanya berupa area kulit yang menebal dan berubah warna dan tertutup sisik.
  • Lupus: Sekitar 66 persen pengidap lupus mengalami gejala pada kulit yang dapat berupa ruam dan luka pada area yang terpapar sinar matahari.
  • Penyakit celiac: Terjadi ketika makanan yang mengandung protein gluten memicu sel darah putih untuk menyerang lapisan usus kecil. Gejala yang berkaitan dengan kulit adalah ruam yang sangat gatal.
Penyakit autoimun tidak bisa disembuhkan. Namun gejala pada kulit, seperti psoriasis ringan misalnya bisa diobati dengan krim atau salep. Pengobatan akan bergantung pada seberapa parah gejala yang dialami.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kulit Merah dan Gatal? Kenali Pemicu Radang Kulit dari Alergi hingga Imunitas"