![]() |
| Potret warga Prancis yang panic buying AC dan kipas angin imbas suhu panas ekstrem. (Foto: Tangkapan Layar X/@Cpasdesloll) |
Gelombang panas atau heat wave ekstrem yang tengah melanda wilayah Eropa memicu situasi chaos di Prancis. Dipicu oleh lonjakan suhu yang menyengat, adegan panik massal atau panic buying tak terhindarkan.
Ratusan warga berbondong-bondong menyerbu sebuah toko di Chambery demi berebut perangkat pendingin ruangan (AC).
Sebuah rekaman video amatir yang viral di media sosial X @Cpasdesloll memperlihatkan momen mengerikan saat pintu toko baru saja dibuka. Ratusan pengunjung yang sudah tidak sabar langsung merangsek masuk, berlarian tak terkendali melewati lorong-lorong toko.
Bahkan, tak jarang mereka berkerumun saling sikut demi bisa mengamankan stok unit pendingin udara yang tersisa. Banyak saksi mata dan netizen terkejut karena fenomena hiruk-pikuk pembelian seperti ini dinilai sangat tidak biasa terjadi di Prancis.
Dikutip dari laman News 18, Prancis memang menjadi salah satu negara yang paling parah terkena dampak krisis panas Eropa kali ini.
Sebagai gambaran ekstrem, Paris bahkan mencatat jumlah hari dengan suhu di atas 40 derajat celcius pada minggu ini. Kondisi tersebut jauh lebih banyak dibandingkan akumulasi seluruh periode dari tahun 1872 hingga 2019 silam.
Para pakar meteorologi mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem yang membakar daratan Eropa ini dipicu oleh fenomena 'heat dome' atau kubah panas. Fenomena ini terjadi akibat adanya sistem tekanan tinggi yang memerangkap udara hangat di dekat permukaan bumi, memicu langit tanpa awan, paparan sinar matahari yang sangat intens, serta suhu tinggi yang terus-menerus mengurung wilayah tersebut.
Tercatat, suhu rata-rata nasional Prancis meroket hingga 29,8 derajat celcius, memecahkan rekor baru untuk gabungan pembacaan siang dan malam hari.
Secara medis, paparan suhu ekstrem di atas 40 derajat celcius yang terus-menerus seperti ini sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa. Tubuh manusia yang terpapar panas ekstrem rentan mengalami dehidrasi berat, kelelahan panas (heat exhaustion), hingga kondisi paling fatal yaitu heat stroke.
Ketika serangan heat stroke terjadi, mekanisme tubuh gagal mendinginkan diri secara alami sehingga suhu inti tubuh melonjak drastis, yang dalam hitungan menit dapat memicu kerusakan permanen pada otak serta organ-organ vital lainnya.
Otoritas kesehatan setempat mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, untuk tetap berada di dalam ruangan, menjaga hidrasi tubuh dengan banyak minum air putih, serta memanfaatkan alat pendingin guna memitigasi risiko fatalitas akibat sengatan cuaca ekstrem ini.
Selain Prancis, cengkeraman gelombang panas berbahaya ini dilaporkan juga kian meluas hingga membakar wilayah Italia dan Spanyol.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Prancis Membara! Suhu Tembus 40 Derajat Celcius, Warga Serbu Toko dan Rebutan AC"
