Hagia Sophia

01 July 2026

Sumber Asupan Sodium yang Sering Terabaikan

Mi instan menjadi sumber hidden sodium paling dinormalisasi. (Foto: iStock)

Makanan instan menjadi pilihan karena praktis, mudah disiapkan, dan memiliki cita rasa yang gurih. Di balik kepraktisannya, berbagai produk instan juga menjadi sumber hidden sodium atau natrium tersembunyi yang sering luput dari perhatian.

Kandungan natrium tidak hanya berasal dari rasa asin, tetapi juga tersembunyi dalam bumbu, bahan pengawet, hingga berbagai bahan tambahan yang digunakan selama proses pengolahan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI merekomendasikan konsumsi natrium kurang dari 2.000 mg per hari atau setara dengan sekitar satu sendok teh garam. Namun, satu porsi makanan instan saja dapat menyumbang lebih dari setengah batas anjuran tersebut. Jika dikonsumsi bersama makanan olahan lain atau ditambah aneka bumbu, total asupan natrium harian dapat melebihi batas anjuran.

Berikut ini beberapa sumber asupan sodium yang sering terabaikan:

1. Mi Instan, Hidden Sodium Terbesar
Mi instan menjadi salah satu contoh paling jelas dari hidden sodium. Kandungan natrium tidak hanya berasal dari mi, tetapi juga dari bumbu bubuk, minyak bumbu, saus, hingga kecap yang terdapat dalam satu kemasan.

Berdasarkan label informasi nilai gizi berbagai produk yang beredar di Indonesia, satu bungkus mi instan umumnya mengandung sekitar 1.200 hingga 1.700 mg natrium. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 60 hingga 85 persen dari batas konsumsi natrium harian yang direkomendasikan Kemenkes.

Kandungan natrium dapat semakin tinggi jika mi instan disajikan bersama sosis, bakso, kornet, keju, atau ditambah saus dan kecap. Kombinasi berbagai bahan tersebut membuat satu kali makan dapat menyumbang hampir seluruh batas konsumsi natrium harian.

2. Bubur Instan
Bubur instan juga termasuk sumber hidden sodium yang sering luput dari perhatian. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang tidak terlalu asin membuat produk ini kerap dianggap rendah natrium. Padahal, natrium pada bubur instan berasal dari bumbu dan berbagai bahan tambahan yang terdapat dalam satu kemasan.

Satu porsi bubur instan umumnya mengandung sekitar 500 hingga 900 mg natrium. Jumlah tersebut sudah memenuhi sekitar 25 hingga 45 persen dari batas konsumsi natrium harian yang direkomendasikan Kemenkes.

3. Sarden Kalengan
Sarden kalengan juga termasuk sumber hidden sodium yang sering luput dari perhatian. Meski lebih dikenal sebagai sumber protein dan omega-3, produk ini juga mengandung natrium dalam jumlah yang cukup tinggi.

Satu kaleng sarden umumnya mengandung sekitar 700 hingga 1.000 mg natrium, tergantung jenis dan merek produknya. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 35 hingga 50 persen dari batas konsumsi natrium harian yang direkomendasikan Kemenkes.

Natrium yang Terakumulasi

Tidak ada satu pun contoh makanan instan di atas yang langsung melebihi batas anjuran konsumsi natrium harian sebesar 2.000 mg. Namun, natrium dapat dengan mudah melewati batas anjuran konsumsi ketika beberapa makanan hidden sodium dikonsumsi dalam satu waktu atau dalam sehari.

Sebagai contoh, sarapan dengan dua lembar roti tawar, makan siang mi instan, lalu makan malam sarden kalengan akan melampaui batas anjuran natrium harian. Jumlah tersebut belum termasuk natrium dari kecap, saus, kaldu bubuk, camilan, maupun minuman kemasan yang dikonsumsi di sela waktu makan.

Pola makan sehari umumnya terdiri dari tiga kali makan utama, bahkan sering disertai camilan. Jika setiap waktu makan mengandung satu atau lebih produk sumber hidden sodium, total asupan natrium harian dapat dengan mudah melampaui rekomendasi tanpa disadari. Inilah yang membuat hidden sodium perlu diwaspadai, karena kelebihannya sering berasal dari akumulasi berbagai makanan, bukan hanya dari satu produk tertentu.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Nggak Hidden-hidden Amat, Mi Instan Sumber Asupan Sodium Paling Dinormalisasi"