![]() |
| Foto ilustrasi: Getty Images/gorodenkoff |
Misteri penyebab kematian Pangeran Arab Saudi, Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi al Saud (29), di sebuah hotel mewah di London, Inggris, akhirnya terungkap.
Hasil sidang pemeriksaan jenazah di pengadilan koroner London memastikan, sang pangeran tewas akibat henti jantung usai mengonsumsi campuran alkohol dan narkoba dalam jumlah besar.
Anggota keluarga kerajaan Saudi tersebut sebelumnya ditemukan tak bernyawa di kamar mandi Hotel Marriott di Kensington, London, yang bertarif sekitar USD 800 (Rp 13 jutaan) per malam pada 25 November 2025. Petugas medis yang tiba di lokasi tak sempat menyelamatkan nyawanya.
Berdasarkan laporan toksikologi, kadar alkohol dalam darah (BAC) Pangeran Abdullah mencapai 0,222 persen. Angka ini hampir tiga kali lipat melebihi batas legal mengemudi di Inggris yang sebesar 0,08 persen.
Tak hanya alkohol, dalam tubuhnya juga ditemukan zat berbahaya gamma-hydroxybutyrate (GHB) serta obat penenang Xanax.
Sempat Jalani Rehabilitasi Mahal
Terungkap pula di persidangan bahwa tiga bulan sebelum kematiannya, Pangeran Abdullah sempat menjalani perawatan intensif di Klinik Priory, Roehampton. Itu sebuah fasilitas rehabilitasi eksklusif dengan biaya mencapai $47.000 (sekitar Rp 760 jutaan) per minggu.
Di klinik tersebut, ia menjalani proses detoksifikasi untuk ketergantungan alkohol, benzodiazepin, dan obat anti-kecemasan pregabalin. Setelahnya, ia juga melanjutkan perawatan di klinik Rainford Hall hingga dinyatakan pulih pada 14 Oktober 2025.
Dokter psikiater konsultan, Dr Victoria Chamorro, mengungkapkan bahwa selama masa rehabilitasi, kondisi mental dan fisik Pangeran Abdullah sebenarnya menunjukkan respons positif.
"Ia suportif dan baik kepada teman-temannya, menjalin pertemanan. Ia dinilai memiliki gejala suasana hati yang rendah dan kecemasan saat masuk," beber Dr Chamorro, yang dikutip dari New York Post.
"Ketika ia dipulangkan, ia dianggap tidak berisiko bunuh diri. Ia dipulangkan bersama seorang teman tetapi kemudian gagal menghadiri janji temu Zoom yang dijadwalkan. Meskipun demikian, tidak ada kekhawatiran terhadapnya. Ia menjalani perawatan dengan baik dan menyelesaikan pengobatannya," lanjutnya.
Murni Kecelakaan Fatal
Hasil pemeriksaan post-mortem mengonfirmasi tidak ada tanda-tanda penyakit akut maupun kronis pada tubuhnya. Kematian tragis tersebut murni dipicu oleh serangan jantung mendadak akibat overdosis kombinasi zat berbahaya.
Pihak berwenang Inggris menegaskan tidak ada indikasi tindakan bunuh diri maupun keterlibatan orang lain. Rekaman CCTV terakhir menunjukkan sang pangeran sedang keluar kamar seorang diri untuk merokok, sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa di kamar mandi yang terkunci.
Meninggalnya Pangeran Abdullah juga telah dikonfirmasi oleh pihak Istana Kerajaan Saudi melalui pernyataan resminya.
"Berpulang ke rahmat Allah Yang Maha Kuasa Yang Mulia Pangeran Abdullah bin Fahd bin Abdullah bin Abdulaziz bin Musaed bin Jalawi Al Saud, di luar Kerajaan, dan telah didoakan di Masjid Imam Turki bin Abdullah di Riyadh," tulis pernyataan resmi Istana Kerajaan Saudi.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pangeran Arab Saudi Tewas di Kamar Hotel, Henti Jantung Akibat Alkohol-Narkoba"
