Hagia Sophia

24 August 2026

Pakar: Batasi Konsumsi Makanan Ini untuk Cegah Risiko Kanker Usus Besar

Foto: Ilustrasi kanker usus besar (Getty Images/Panuwat Dangsungnoen)

Angka pengidap kanker usus besar terus meningkat, terutama pada dewasa muda. Memilih makanan menjadi salah satu langkah yang penting dilakukan untuk mendukung kesehatan jangka panjang.

Dikutip dari laman Men's Journal, saat ditanya mengenai jenis makanan nomor satu yang sebaiknya dikurangi untuk membantu menurunkan risiko kanker, tiga dokter memberikan jawaban yang serupa, yakni daging merah dan daging olahan.

"Jika saya harus merekomendasikan pembatasan jenis makanan untuk membantu menurunkan risiko kanker, itu adalah daging merah dan daging olahan seperti bacon, sosis, hot dog, dan daging deli," kata seorang ahli onkologi medis Shahin Chowdhury, DO.

"Penelitian secara konsisten mengaitkan konsumsi rutin daging olahan dan daging merah dengan risiko kanker kolorektal yang lebih tinggi," tambahnya.

Dalam sebuah studi besar yang melibatkan hampir 70 ribu orang, ditemukan bahwa konsumsi daging merah dan daging olahan yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal, masing-masing sebesar 30 persen dan 40 persen.

Menurut spesialis kedokteran preventif, Laura Goetz, MD, dari Honor Health, daging merah panggang khususnya merupakan makanan yang paling karsinogenik. Cara memasak daging, seperti memanggang, membakar, dan metode memasak dengan suhu tinggi lainnya, berinteraksi dengan heme dalam daging merah. Interaksi ini menghasilkan senyawa beracun seperti amina heterosiklik dan hidrokarbon aromatik polisiklik yang bisa merusak DNA.

Ahli onkologi, hematologi, dan direktur medis Leading-Edge Cancer Center di Inspira Medical Center Mullica Hill juga menyarankan untuk mengurangi konsumsi daging olahan, seperti hot dog, sosis, dan daging deli, yaitu irisan daging olahan siap makan untuk sandwich.

"Ini adalah salah satu dari sedikit makanan yang telah diklasifikasikan oleh peneliti kanker internasional sebagai penyebab pasti kanker pada manusia, khususnya kanker kolorektal, berdasarkan tinjauan bukti yang sangat luas," kata Hill.

"Mengonsumsi beberapa potong bacon atau hot dog setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal sebesar 18 persen," tambahnya.

Daging olahan, terutama daging deli dan dendeng, memang praktis sebagai sumber protein. Namun, makanan ini termasuk karsinogen Grup 1 menurut International Agency for Research on Cancer (IARC). Sebagian besar kekhawatiran berasal dari cara daging diawetkan dan dimasak.

Penggunaan nitrat dan nitrit dalam proses pengawetan, serta senyawa tertentu yang dapat terbentuk saat daging dimasak pada suhu tinggi, berpotensi membahayakan kesehatan.

"Daripada mengejar makanan super terbaru atau mengkhawatirkan satu makanan yang menurut internet harus dihindari dengan segala cara, saya mendorong pasien untuk fokus pada pola makan sehat secara keseluruhan yang kaya akan sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan protein tanpa lemak," kata Chowdhury.

"Pola makan secara keseluruhanlah yang membuat perbedaan terbesar dalam pengurangan risiko kanker," tambahnya.

Tak perlu sepenuhnya menghindari makanan-makanan ini. Anggaplah makanan ini sebagai suguhan sesekali dan bukan bagian dari rencana makanan harian.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kata Ahli, Ini Makanan Nomor 1 yang Perlu Dibatasi untuk Cegah Risiko Kanker Usus Besar"