Hagia Sophia

25 August 2026

Sejumlah Kebiasaan Ini Bisa Bantu Kurangi Lemak di Perut

Foto: Ilustrasi perut buncit (Getty Images/herstockart)

Kini banyak ditemukan cara menurunkan berat badan dengan cepat atau tren diet yang tampak sulit dilakukan untuk menurunkan berat badan. Padahal, ada kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan.

Lewat media sosialnya, ahli nutrisi klinis Shreya Shah membagikan kebiasaan yang bisa membantu mengurangi lemak perut. Dikutip dari laman Hindustan Times, berikut hal-hal yang dapat dilakukan.

1. Jauhi Karbohidrat dan Camilan Manis
Hindari karbohidrat olahan, seperti tepung putih, serta camilan dan minuman manis yang rendah nutrisi. Makanan-makanan ini bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah serta berkontribusi pada makan berlebihan dan obesitas.

"Minuman dan makanan manis menambah kalori kosong dan menyebabkan penumpukan lemak, terutama di sekitar perut. Anda dapat mengganti minuman ini dengan air putih, air kelapa, jus lemon buatan sendiri, buttermilk, air infus (mint, lemon, dan buah)," kata Shreya.

2. Hindari Makanan Olahan dan Kemasan
Tak hanya karbohidrat dan camilan manis, makanan olahan serta makanan kemasan juga sebaiknya dihindari.

"Hal-hal ini cenderung menggabungkan yang terburuk dari yang terburuk dan sering mengandung karbohidrat olahan, gula tambahan, terlalu banyak garam, dan lemak jenuh yang tidak sehat," katanya.

3. Sertakan Lebih Banyak Protein dalam Diet
Protein sangat penting untuk upaya menurunkan berat badan dan kesehatan secara keseluruhan. Nutrisi ini membantu seseorang merasa kenyang lebih lama, mengurangi keinginan ngemil, membantu meningkatkan massa otot, serta membatasi lonjakan gula darah untuk mencegah resistensi insulin. Contoh sumber protein yang bisa dikonsumsi untuk membantu mengurangi lemak perut yaitu telur, ikan, dan produk susu.

"Anda setidaknya harus menargetkan 0,8-1 gram protein per kilogram berat badan," katanya.

4. Pilih Lemak Sehat
Perhatikan kualitas lemak yang dikonsumsi. Lemak tidak sehat dari minyak olahan dan makanan ultra-proses dapat berdampak buruk bagi tubuh.

"Anda dapat mengonsumsi lemak sehat yang berasal dari telur utuh, kelapa, alpukat, zaitun, ghee, kacang-kacangan dan biji-bijian, ikan berlemak seperti makarel dan salmon," ungkapnya.

5. Kenali Sensitivitas terhadap Makanan
Seseorang terkadang justru menginginkan makanan yang memicu alergi atau sensitivitas pada tubuh. Menghindari konsumsi makanan tersebut memang tidak mudah. Namun, setelah dua hingga tiga hari menghindarinya, keinginan untuk mengonsumsi makanan tersebut dapat berkurang, energi meningkat, gejala mereda, dan lemak di perut mulai berkurang.

6. Olahraga
Aktivitas fisik dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Ini menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan sindrom metabolik.

Shreya menyarankan olahraga secara rutin, termasuk berjalan kaki atau sekadar berjalan-jalan setiap 45 menit. Ia juga merekomendasikan latihan kardio selama 30-45 menit dan latihan kekuatan selama 10-30 menit.

7. Bergerak Lebih Banyak
Kurangnya aktivitas fisik dikaitkan dengan sindrom metabolik dan diabetes. Aktivitas fisik mempunyai berbagai manfaat kesehatan, termasuk menurunkan risiko penyakit jantung dan membantu menurunkan berat badan.

8. Kelola Tingkat Stres
Stres kronis menyebabkan lemak tidak menyusut dan perut membesar. Menurutnya, peningkatan kadar hormon stres kortisol secara kronis dapat menyebabkan peningkatan gula darah dan kolesterol, depresi, demensia, serta mendorong penumpukan lemak perut yang umum terlihat.

9. Hindari Alkohol
Alkohol menambah lebih banyak kalori daripada yang diperkirakan orang dalam pola makan mereka. Seiring waktu, hal ini bisa menyebabkan penambahan berat badan, sering kali di area perut.

"Semakin banyak Anda minum, semakin sedikit Anda memperhatikan apa yang Anda makan, yang berpotensi meningkatkan asupan kalori Anda lebih lanjut," katanya.

10. Tidur yang Cukup
Kurang tidur memicu keinginan mengonsumsi gula dan karbohidrat dengan memengaruhi hormon nafsu makan. Kurang tidur dalam satu malam bisa berkontribusi pada resistensi insulin.

"Kurang tidur juga berdampak buruk pada hormon pengatur lemak seperti leptin dan ghrelin," tambahnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "10 Kebiasaan yang Bisa Bantu Pangkas Lemak, Bye-bye Perut Buncit"