Hagia Sophia

15 August 2026

Sering Cegukan Bisa Berkaitan dengan Masalah pada Otak

Foto: Ilustrasi cegukan (Getty Images/nicoletaionescu)

Cegukan merupakan kondisi yang umum terjadi dan biasanya hilang dengan sendirinya dalam waktu singkat. Beberapa pemicunya di antaranya makan terlalu cepat atau terlalu banyak, minum minuman berkarbonasi, hingga perubahan suhu secara tiba-tiba.

Dalam kebanyakan kasus, cegukan tidak mengkhawatirkan. Namun, bagaimana jika cegukan berlanjut selama berjam-jam dan tidak kunjung reda?

Cegukan Terus Menerus Berkaitan dengan Masalah Neuorlogis

Cegukan dikaitkan dengan makanan dan pencernaan, tetapi refleks yang bertanggung jawab atas cegukan juga melibatkan beberapa saraf dan bagian otak. Dalam beberapa kasus, cegukan yang berulang terus-menerus bisa dikaitkan dengan masalah neurologis.

Ketika cegukan, pita suara menutup dengan cepat. Refleks ini melibatkan jaringan yang mencakup diafragma, saraf frenikus, saraf vagus, dan area di dalam batang otak.

"Cegukan biasanya bukan masalah besar dan akan hilang dengan sendirinya," kata Konsultan Senior Neurologi Rumah Sakit Kauvery, Badapalani, Chennai, Dr Shubha Subramanian.

"Terkadang, cegukan terus kambuh atau berlangsung sangat lama. Ketika ini terjadi, mungkin berarti Anda mengalami suatu kondisi. Orang sering berpikir bahwa cegukan berhubungan dengan sakit perut, dan itu benar. Namun, cegukan juga bisa disebabkan oleh masalah pada saraf. Saraf memengaruhi cara tubuh merespons cegukan," tambahnya.

Menurutnya, batang otak sangat penting karena membantu mengatur pernapasan dan beberapa refleks otomatis. Jika suatu penyakit atau cedera memengaruhi jalur yang terlibat dalam refleks ini, cegukan bisa menjadi sangat persisten atau berulang.

Kondisi Neurologis yang Bisa Menyebabkan Cegukan Berulang

Penyebab yang berkaitan dengan gangguan saraf memang jarang terjadi dibandingkan pemicu cegukan sehari-hari. Namun, dokter akan mempertimbangkannya jika pola cegukan tidak sesuai dengan episode biasa.

Salah satu kemungkinannya adalah stroke batang otak, khususnya stroke yang melibatkan sirkulasi posterior. Batang otak memiliki jalur yang membantu mengoordinasikan pernapasan dan fungsi otomatis lainnya. Kerusakan di area ini bisa mengganggu refleks yang bertanggung jawab atas cegukan.

"Beberapa penyebab neurologis umum yang bisa menyebabkan cegukan adalah gangguan pada sirkulasi posterior, yaitu stroke batang otak, karena memengaruhi pusat pengaturan yang mengendalikan refleks pernapasan dan diafragma," katanya.

Cegukan terus-menerus juga bisa terjadi karena beberapa gangguan demielinasi, termasuk multiple sclerosis dan gangguan spektrum neuromyelitis optica, ketika lesi memengaruhi area yang relevan di batang otak.

Kemungkinan penyebab lainnya adalah tumor otak. Bukan berarti cegukan merupakan tanda khas tumor otak, tetapi tumor yang berada di bagian otak tertentu bisa mengganggu jalur sentral yang terlibat dalam refleks cegukan.

Infeksi dan peradangan yang memengaruhi sistem saraf pusat, seperti meningitis dan ensefalitis, juga bisa menyebabkan cegukan pada beberapa pasien. Perlu diketahui, kondisi ini sangat berbeda dari cegukan biasa setelah makan berat.

Kapan Cegukan Perlu Dikhawatirkan?

Cegukan sesekali biasanya tidak berbahaya. Kekhawatiran muncul saat cegukan terjadi terus-menerus dan berulang tanpa penjelasan. Cegukan yang muncul disertai gejala neurologis lainnya tidak boleh dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa.

Cegukan terus-menerus umumnya digambarkan secara medis sebagai cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam, sementara cegukan yang sulit diatasi berlanjut lebih dari sebulan. Kondisi yang berkepanjangan ini bisa mengganggu makan, tidur, berbicara, dan aktivitas sehari-hari.

Tak perlu menunggu cegukan menjadi sangat parah sebelum memeriksakan diri ke dokter. Episode berulang tanpa pemicu yang jelas perlu dikonsultasikan, terutama jika memengaruhi kehidupan sehari-hari.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cegukan Terus Menerus? Bisa Jadi Tanda Masalah pada Otak"