Hagia Sophia

28 August 2026

Waktu Sarapan Ternyata Berkaitan Erat dengan Umur Panjang, Ini Temuannya

Foto: Ilustrasi sarapan (Getty Images/AJ_Watt)

Sebagian besar saran mengenai sarapan biasanya berfokus pada jenis makanan yang dikonsumsi. Namun, sebuah studi menunjukkan bahwa waktu makan juga mungkin perlu diperhatikan.

Dikutip dari laman ScienceAlert, meski tidak membuktikan bahwa mengubah waktu makan secara langsung dapat memengaruhi usia seseorang, studi ini menunjukkan adanya hubungan antara keduanya. Studi ini juga menambahkan bukti bahwa kesehatan tak hanya dipengaruhi oleh apa yang dimakan, tetapi juga kapan makanan tersebut dikonsumsi.

Para peneliti menganalisis data dari 31.044 orang dewasa berusia 40 tahun ke atas di Amerika Serikat. Data tersebut diambil dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) yang dikumpulkan selama periode 1999-2018.

Para peserta melaporkan semua yang mereka konsumsi selama 24 jam sebelumnya, termasuk waktu konsumsi setiap makanan atau minuman.

Studi yang diterbitkan di European Journal of Clinical Nutrition pada 31 Juli 2026 ini menyimpulkan bahwa makanan atau minuman apa pun yang mengandung kalori dan dikonsumsi setelah pukul 04.00 dapat dianggap sebagai "makanan pertama". Artinya, konsumsi tersebut tidak harus berupa sarapan konvensional.

Sementara itu, asupan kalori terakhir dalam sehari ditetapkan sebagai makanan terakhir. Rentang waktu antara konsumsi pertama dan terakhir kemudian digunakan sebagai durasi waktu makan (eating window).

Selanjutnya, para peneliti menghubungkan data tersebut dengan catatan kematian hingga akhir tahun 2019. Selama masa tindak lanjut rata-rata 8,6 tahun, sebanyak 7.129 peserta meninggal dunia, termasuk 2.259 orang karena penyakit kardiovaskular.

Analisis tersebut memperhitungkan berbagai faktor, termasuk usia, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, kualitas diet, indeks massa tubuh, asupan energi, hingga penyakit yang sudah ada.

Waktu Makan Lebih Siang Dikaitkan dengan Risiko Kematian Lebih Tinggi

Pola tertentu terlihat ketika waktu makan pertama semakin mundur.

Dibandingkan dengan orang yang makan pertama antara pukul 07.00-08.00, mereka yang baru makan antara pukul 08.00-10.00 memiliki risiko kematian dari berbagai penyebab 10 persen lebih tinggi.

Risiko tersebut meningkat menjadi 19 persen pada mereka yang makan pertama antara pukul 10.00 hingga tengah hari, dan mencapai 29 persen jika makan pertama dilakukan setelah tengah hari.

Pola serupa juga terlihat pada risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Orang yang baru mengonsumsi makanan pertama setelah tengah hari memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 46 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang makan pertama antara pukul 07.00-08.00. Pada usia 50 tahun, kelompok yang makan pertama lebih siang (setelah pukul 12.00) juga diperkirakan memiliki harapan hidup rata-rata 2,46 tahun lebih pendek.

Kemudian, alih-alih risikonya meningkat seiring waktu, hubungannya membentuk pola seperti huruf U.

Dibandingkan dengan orang yang mengakhiri makan antara pukul 19.00-20.00, mereka yang berhenti makan sebelum pukul 19.00 memiliki risiko kematian dari berbagai penyebab 13 persen lebih tinggi. Risiko tersebut meningkat menjadi 27 persen pada orang yang makan setelah tengah malam. Berdasarkan pemodelan, risiko terendah ditemukan pada waktu makan terakhir sekitar pukul 20.00.

"Namun, ini tidak berarti bahwa pukul 19.00-20.00 adalah waktu makan malam yang optimal secara universal untuk semua orang," kata penulis senior Zhilei Shan dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong.

Kendati demikian, penelitian ini masih memiliki keterbatasan. Waktu makan terutama dicatat melalui satu kali pencatatan selama 24 jam di awal, yang mungkin tidak mewakili kebiasaan makan selama bertahun-tahun.

"Berdasarkan temuan ini saja, orang-orang seharusnya tidak melakukan perubahan ekstrem pada jadwal makan mereka," kata Shan.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Waktu Sarapan Ternyata Bisa Dikaitkan dengan Umur Panjang, Begini Temuan Studi"