Hagia Sophia

05 September 2026

Wanita Ini Alami Robekan Kornea Berulang Akibat Sering Tidur Pakai Makeup

Foto: Getty Images/iStockphoto/sutichak

Seorang wanita berusia 41 tahun mengira mata kering yang dialaminya disebabkan oleh faktor genetik. Namun, setelah menjalani pemeriksaan, ia justru didiagnosis mengalami kondisi mata kronis yang diduga berkaitan dengan kebiasaannya tidur menggunakan makeup selama 20 tahun.

Dikutip dari New York Post, Sarah Koseki mengaku tidak pernah menganggap serius kebiasaan tidur dengan riasan mata. Namun, pada 2021, ketika berusia 37 tahun, kelopak matanya tiba-tiba menempel pada permukaan mata hingga membuatnya tidak dapat melihat.

"Saya tidak bisa merasa nyaman, baik dengan mata terbuka maupun tertutup, saya sama sekali tidak bisa tidur; saya sangat kacau," katanya.

Saat memeriksakan diri ke dokter, Sarah awalnya diberi tahu bahwa keluhan mata kering yang dialaminya kemungkinan disebabkan oleh faktor genetik atau penuaan.

Namun, setelah mengalami robekan kornea yang menyakitkan hingga berulang setiap tiga bulan, Sarah kemudian diperiksa oleh dokter spesialis. Ia didiagnosis mengalami MGD (Meibomian Gland Dysfunction), kondisi ketika kelenjar meibomian di kelopak mata mengalami gangguan sehingga produksi minyak pada lapisan air mata tidak optimal.

Dokter mengatakan MGD yang dialami Sarah kemungkinan berkaitan dengan kebiasaannya tidur menggunakan riasan mata. Riasan yang tidak dibersihkan dapat menyumbat lubang kelenjar meibomian dan mengganggu produksi minyak yang berfungsi menjaga permukaan mata tetap terlindungi.

Setiap kali mengalami robekan kornea, Sarah merasakan nyeri hebat yang dapat berlangsung hingga dua hari. Ia bahkan harus duduk di ruangan gelap sambil menunggu rasa sakit tersebut mereda.

"Saya seorang milenial, jadi dulu saya sering merias mata dengan gaya yang aneh, seperti cut crease, winged eyeliner, dan bahkan eyeliner di garis mata bagian bawah, yang sebenarnya mengerikan," kata Sarah.

"Dulu saya sering keluar malam, dan setelah keluar malam, sejak usia 18 tahun, saya hanya akan tidur miring, dan riasan wajah akan masuk ke kelenjar meibomian saya," tambahnya.

Sarah mengatakan dia merasakan banyak reseptor nyeri di matanya. Setiap kali mengalami robekan kornea, dia tidak bisa melihat apa pun dan merasakan sakit yang luar biasa.

"Saya lebih memilih menjalani persalinan lagi daripada mengalami robekan kornea lagi. Ini sangat melemahkan, Anda tidak bisa mengemudi, Anda tidak bisa bekerja, Anda tidak bisa melihat," katanya.

Untuk mencegah robekan kornea, dia menggunakan obat tetes mata enam kali sehari, mencuci matanya dengan tea tree oil, dan menggunakan masker penghangat. Dia juga berhenti memakai riasan mata.

Dokter juga memberinya perban kontak, pelindung yang mirip dengan lensa kontak, yang mencegah kelopak mata menempel pada mata.

"Seandainya saya tahu ini akan berujung seperti ini, saya pasti sudah menerapkan rutinitas mencuci muka di malam hari," katanya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Suka Tidur Pakai Makeup Selama 20 Tahun, Wanita Ini Alami Robekan Kornea Berulang"