![]() |
| Ilustrasi GERD. (Foto: shutterstock) |
Selebgram Lula Lahfah meninggal dunia ditemukan di apartemen kawasan Jakarta Selatan. Polisi masih mendalami dugaan pemicu kematian perempuan berusia 26 tahun tersebut.
Sebelumnya, Lula Lahfah sempat mengunggah sejumlah postingan terkait kondisi kesehatannya saat dirawat di rumah sakit. Kala itu ia menyebut tengah mengidap Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) hingga radang usus. Tidak sedikit netizen yang kemudian mengaitkannya dengan kemungkinan kondisi berujung fatal.
Merespons hal itu, ahli gastroenterologi Prof Ari Fahrial Syam menekankan GERD sebetulnya tidak memicu kematian secara langsung ataupun mendadak. Meski begitu, GERD yang tidak teratasi memang bisa memperburuk kondisi pasien saat mengalami komplikasi atau infeksi lain.
"Yang paling dekat bisa menyebabkan kondisi infeksi, kemudian terjadi infeksi sistemik atau sepsis. Itu memang bisa berujung kepada kematian. Nah, kondisi-kondisi lain itu bisa saja memperburuk keadaan," jelasnya kepada detikcom Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, pasien yang memiliki riwayat penyakit asam lambung atau GERD, sering kali membuat dokter perlu memberikan antibiotik dan obat pereda nyeri untuk meredakan gejalanya. Pada beberapa kasus, efek obat-obatan tersebut juga bisa memicu penurunan nafsu makan hingga kekambuhan GERD.
"Pasien yang sudah ada GERD sebelumnya, kemudian karena merasa nyeri, diberikan antibiotik dan obat penghilang rasa sakit. Bisa saja GERD-nya menjadi kambuh, nafsu makannya menurun, dan akhirnya kondisi ini bertambah buruk," jelasnya.
Ia juga menjelaskan peradangan pada usus bisa merupakan komplikasi dari berbagai masalah kesehatan yang saling berkaitan.
Jika seseorang mengalami mual dan muntah berkepanjangan, lalu sudah mendapatkan pengobatan dan bahkan dirawat di rumah sakit tetapi keluhan tidak juga membaik, Prof Ari menyarankan agar dilakukan pemeriksaan lanjutan.
"Kalau sudah mual dan muntah, sudah dikasih obat, dirawat di rumah sakit, diberi obat muntah dan obat asam lambung, tapi tidak ada perubahan, sebaiknya memang dilakukan endoskopi," kata dia.
Melalui pemeriksaan endoskopi, penyebab keluhan bisa diketahui lebih jelas. Ia mencontohkan, ada pasien yang awalnya hanya mengeluhkan muntah-muntah, tetapi ternyata ditemukan tumor di usus dua belas jari.
"Ada juga pasien yang mual, muntah, nyeri dada hebat, ternyata ada luka yang cukup serius di kerongkongan. Jadi memang susah kalau hanya menyebutkan penyebabnya tanpa pemeriksaan," katanya.
"Kalau ada masalah GERD atau maag, sebaiknya dievaluasi secara tuntas sampai dengan pemeriksaan endoskopi untuk memastikan apa yang terjadi," tegasnya.
Ia juga mengingatkan pengobatan GERD harus dilakukan secara teratur. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa kambuh dan memperberat kondisi saat muncul masalah kesehatan lain.
"Misalnya satu pasien GERD, pengobatan belum tuntas, kemudian hamil, itu bisa membuat GERD kambuh, khususnya di trimester pertama. Jadi sekali lagi, untuk yang punya sakit GERD, berobatlah secara teratur dan pastikan kondisinya terkontrol agar ketika timbul masalah lain tidak memperburuk keadaan," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Benarkah GERD Bisa Memicu Kematian Mendadak? Ini Penjelasan Dokter"
