Hagia Sophia

29 June 2026

Menkes: 70-80 Persen Bahan Baku Obat Masih Impor

Foto ilustrasi: Getty Images/apomares

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin tidak menampik bahwa akses obat di Indonesia kini masih terbilang susah. Saat ini, sekitar 70 hingga 80 persen bahan baku obat masih mengandalkan impor, meskipun sudah turun dari sebelumnya 90-an persen.

Menkes mengambil contoh parasetamol yang saat ini belum sepenuhnya terintegrasi. Indonesia telah memproduksi benzena sebagai bahan dasar, tetapi tahapan hilirisasi menjadi cumene, fenol, hingga parasetamol masih belum tersedia di dalam negeri.

"Jadi kalau semua rantai produksi atau hilirisasi ini bisa dibikin di Indonesia, belanja yang 12 persen-13 persen itu bisa ditranslasikan jadi GDP di sektor kesehatan," kata Menkes Budi di Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).

Menkes mengatakan bahwa ke depannya Indonesia diharapkan mampu memproduksi obat-obatan sendiri, tanpa impor bahan baku dari negara lain.

"Sekarang kami bikin supaya ininya juga bisa dibikin di Indonesia API-nya, Active Pharmaceutical Ingredient atau bahan baku obat. Tadi bu Rizka sudah bikin 35 API yang dibikin di Indonesia," katanya.

"Dan itu akan kami tingkatkan terus, supaya makin lama makin banyak yang dibikin di Indonesia, sehingga hilirisasinya terjadi. Kita jangan beli di ujung saja, tapi pabriknya ini beli bahan bakunya dari Indonesia," sambungnya.

Selain obat, pemerintah juga mempercepat pengembangan industri biofarmasi melalui pembangunan pabrik pengolahan plasma darah. Selama ini, berbagai produk turunan plasma seperti albumin, intravenous immunoglobulin (IVIG), serta faktor VIII dan faktor IX masih bergantung pada impor.

"Nah itu pak Luhut juga yang bantu bikin pabrik plasma pertama kali dan sudah jadi. Tinggal nunggu izinnya dan mudah-mudahan 2027 sudah bisa produksi 600 ribu liter per hari. Kita nggak usah impor lagi," katanya.

Kemenkes meminta bantuan dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk bisa membantu integrasi pada industri, perdagangan, sampai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar kolaborasi ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Bahan Baku Obat RI Masih Banyak yang Impor, Termasuk Parasetamol"