Hagia Sophia

27 July 2026

Beda Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Sakit Jantung Saat Dewasa

Ilustrasi jantung (Foto: Getty Images/SewcreamStudio)

Tak sedikit orang yang mengira penyakit jantung bawaan pada anak sama dengan sakit jantung yang dialami orang dewasa. Padahal, kedua kondisi tersebut berbeda, baik dari penyebab maupun jenis kelainannya.

Dokter Jantung Anak BraveHeart Brawijaya Hospital, dr Anisa Rahmadhany, SpA, Subsp.Kardio, menjelaskan penyakit jantung bawaan merupakan kelainan pada struktur atau anatomi jantung yang sudah terbentuk sejak bayi masih berada di dalam kandungan.

"Jadi kalau kita bicara penyakit jantung bawaan, kita bicara mengenai kelainan struktur atau anatomi," ujar dr Anisa dalam tayangan detikSore, Rabu (22/7/2026).

Ia mengatakan pembentukan jantung janin terjadi sejak trimester pertama kehamilan, tepatnya pada usia kehamilan 10-12 minggu. Karena itu, masa awal kehamilan menjadi periode penting untuk menjaga kesehatan ibu.

"Jadi jantung janin itu terbentuk sejak trimester pertama. Jadi di 10-12 minggu pertama kehamilan. Kadang-kadang kita perempuan suka ga sadar, kayaknya telat nih yah. Cuma kayak jangan GR dulu gitu ya. Udah 2 minggu atau 4 minggu kita baru test, ternyata beneran hamil. Padahal di bulan terakhir ini kita kurang jaga kesehatan, maksudnya minum obat sembarangan. Itu beresiko mengalami pembentukan jantung di trimester pertama," jelasnya.

Sementara itu, penyakit jantung pada orang dewasa umumnya merupakan penyakit yang didapat, seperti penyakit jantung koroner atau serangan jantung.

"Kalau dewasa tadi yang kita bilang istilahnya adalah penyakit jantung didapat. Biasanya masalahnya koroner, serangan jantung. Ini kan struktur," kata dr Anisa.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Penyakit Jantung Bawaan pada Anak Vs Sakit Jantung saat Dewasa, Apa yang Beda?"