![]() |
| Foto: Suasana pelayanan kesehatan di RSUD Aeramo, Negekeo, NTT, Jumat (21/8/2026), usai terdampak gempa bumi. (Yufengki Bria/detikBali). |
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Agus Jamaludin, memaparkan sejumlah masalah kesehatan yang dilaporkan setelah gempa bumi melanda wilayah Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling banyak dilaporkan.
Dalam pemaparannya, Agus menyebut terdapat 9.668 kasus ISPA yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak gempa.
Selain ISPA, juga ditemukan kasus gigitan hewan penular rabies. Berikut distribusi penyakit yang banyak dilaporkan setelah gempa NTT periode 15-25 Agustus 2026:
- ISPA/Batuk 9.668
- Hipertensi 4.686
- Myalgia 1.017
- Trauma 662
- Diarea/GEA 627
- Gastritis 571
- Dispepsia 487
- Diabetes 392
- Penyakit Kulit 347
- Low Back Pain 283
Laporan tertinggi kasus ISPA sebanyak 9.668 kasus di Kabupaten Manggarai, Sikka, Nagekeo, Manggarai Barat, Ende, Ngada, dan Manggarai Timur. Terdapat kasus gigitan hewan penular rabies sebanyak 35 kasus di Kab Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur.
"Alhamdulilah sudah divaksinasi semua," kata Agus dalam konferensi pers, Rabu (26/8/2026).
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Daftar Penyakit yang Banyak Dilaporkan usai Gempa NTT, ISPA Tertinggi"
