Hagia Sophia

29 August 2026

Konsumsi Daging Merah Olahan Perlu Dibatasi untuk Jaga Kesehatan Ginjal

Foto: Ilustrasi ginjal (Getty Images/SewcreamStudio)

Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya berisiko mengalami penyakit ginjal. Menurut ahli gizi Annamarie Rodriguez, MS, RDN, kesehatan ginjal dipengaruhi oleh berbagai faktor, beberapa di antaranya masih dapat dikendalikan melalui pola hidup sehari-hari.

"Strategi diet atau nutrisi sering kali merupakan faktor-faktor yang bisa dikendalikan," kata Annamarie.

Berbagai jenis makanan dapat berdampak pada kesehatan ginjal jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang. Salah satu yang menjadi sorotan adalah daging merah olahan. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi daging merah olahan berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit ginjal.

Mengapa Daging Merah Olahan Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Ginjal?

Berikut beberapa alasan mengapa konsumsi daging merah olahan perlu dibatasi untuk menjaga kesehatan ginjal.

1. Mengandung Lemak Jenuh Tinggi
Daging merah olahan termasuk salah satu jenis protein dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi. Satu buah sosis, misalnya, mengandung sekitar 2 gram lemak jenuh, setara dengan 15 persen dari batas yang direkomendasikan oleh American Heart Association.

Menurut ahli gizi kesehatan ginjal Jessica Clancy-Strawn, MA, lemak jenuh dalam daging merah olahan berkontribusi pada resistensi insulin.

"Ketika tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin, peradangan metabolik meningkat, sehingga memberi tekanan pada seluruh sistem pembuluh darah-termasuk glomerulus dan tubulus halus yang bertanggung jawab untuk penyaringan di ginjal," kata Jessica.

Resistensi insulin juga bisa membuat pembuluh darah menjadi kaku dan kurang mampu mengatur tekanan, sehingga semakin merusak jaringan ginjal.

2. Mengandung Natrium Tinggi
Rasa asin menjadi daya tarik bagi daging merah olahan. Namun, konsumsi natrium yang berlebihan dari makanan ini dapat berdampak buruk bagi ginjal.

Asupan natrium yang tinggi meningkatkan konsentrasi zat terlarut dalam darah, memaksa unit penyaring kecil ginjal (nefron) untuk bekerja lebih keras dalam menghilangkan kelebihan cairan dan menjaga keseimbangan.

"Seiring waktu, tekanan ini mengurangi efisiensi penyaringan, menyebabkan penurunan eGFR, penanda laboratorium yang digunakan untuk mengukur fungsi ginjal," kata Jessica.

Kadar natrium yang tinggi juga bisa meningkatkan tekanan darah atau hipertensi. Kondisi ini merupakan salah satu pendorong terkuat kerusakan ginjal dan perkembangan penyakit ginjal kronis.

3. Mengandung Nitrat dan Nitrit Tinggi
Nitrat dan nitrit merupakan zat pengawet yang digunakan dalam pengolahan daging merah. Zat ini bisa menghasilkan senyawa berbahaya yang membebani ginjal.

Ketika nitrat dan nitrit berinteraksi dengan zat besi heme serta proses memasak dengan suhu tinggi, seperti yang umum terjadi pada daging merah olahan, senyawa tersebut dapat membentuk nitrosamin.

"(Nitrosamin) diketahui memicu peradangan dan stres oksidatif, dua proses biologis yang sangat terkait dengan kerusakan ginjal dan fibrosis," katanya.

4. Mengandung Aditif Fosfor
Fosfor sebenarnya bukan zat gizi yang buruk. Mineral ini justru dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang dan sel. Namun, pada orang yang mengalami penyakit ginjal, tubuh tidak dapat membuang fosfor dengan baik.

Jadi, zat tambahan fosfor dalam daging merah olahan bisa menambah beban ginjal.

"Zat tambahan fosfor dalam makanan olahan dan kemasan-terutama daging-memiliki bioavailabilitas tinggi, artinya tubuh menyerapnya jauh lebih mudah daripada fosfor alami yang ditemukan dalam makanan utuh," tambahnya.

5. Dapat Meningkatkan Beban Asam pada Ginjal
Daging merah olahan dapat meningkatkan beban asam yang harus diimbangi oleh tubuh. Menurut Annamarie, pola makan dengan konsumsi daging olahan yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan asam-basa, terutama pada orang dengan fungsi ginjal yang sudah terganggu.

"Peningkatan keasaman merupakan penyebab sekaligus konsekuensi dari penyakit ginjal," katanya.

Karena itu, konsumsi daging merah olahan sebaiknya dibatasi. Pilih sumber protein yang lebih beragam, baik dari sumber nabati maupun hewani tanpa lemak berlebih, serta pastikan kebutuhan cairan tercukupi.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ahli Gizi Ungkap Kebiasaan Makan Ini Bisa Berdampak pada Kesehatan Ginjal"