![]() |
| Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah) |
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memberikan produk susu dengan kandungan susu sangat rendah akan ditindak tegas. Bahkan, dia menyebut dapur bisa ditutup jika kembali ditemukan memberikan produk dengan mayoritas kandungannya adalah air.
Hal itu disampaikan Sudaryono melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (13/9). Dia menyinggung temuan produk yang semula ramai yakni minuman dengan kandungan susu hanya 5 persen.
"Presiden ingin rakyat Indonesia minum susu dan susunya tidak boleh impor, itu keinginan Presiden. Cuman kemarin ada temuan ada susu minuman mengandung susu 5 persen, itu menurut saya terlarang untuk MBG," kata Sudaryono.
"Jadi saya kalau saya temukan lagi ada dapur-dapur memberlakukan membeli atau memberikan susu yang 90 atau 95 persen air, sudah saya tutup dapurnya," tegasnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil rapat koordinasi BGN bersama sejumlah kementerian dan lembaga pada Selasa (8/9). Dalam rapat tersebut, BGN merekomendasikan pemberian susu hewani kepada ibu hamil, ibu menyusui, balita berusia di atas 2 tahun, serta seluruh peserta didik penerima MBG.
Jenis susu yang direkomendasikan yakni susu pasteurisasi, UHT, dan susu steril full cream plain. Produk tersebut harus tanpa tambahan gula, pengawet, perasa maupun pewarna.
BGN juga menetapkan kandungan susu segar dalam produk minimal 80 persen dan produk wajib memiliki izin edar resmi dari BPOM RI.
Khusus susu pasteurisasi, penanganannya wajib menggunakan sistem rantai dingin atau cold chain sejak dari sarana produksi hingga sampai ke tangan penerima manfaat.
Untuk pengadaan, susu hewani ditetapkan dengan harga Rp 3.000 untuk volume minimal 125 ml dan Rp 4.500 untuk volume 200 ml sampai ke dapur pelaksana
Bukan pengganti protein hewani lain
BGN menegaskan susu dalam menu MBG berfungsi sebagai pelengkap dan tidak menggantikan porsi protein hewani lainnya.
Artinya, pemberian susu tidak lantas menghilangkan sumber protein hewani lain dalam menu MBG.
Selain itu, BGN secara tegas melarang penggunaan minuman susu, minuman mengandung susu, minuman rasa susu, maupun susu kental manis dalam program tersebut.
Kebijakan pemanfaatan susu hewani ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan protein hewani penerima manfaat, tetapi juga mendorong penyerapan produksi susu dalam negeri dan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan peternak lokal.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "BGN: Dapur MBG yang Beri Susu Kandungan Lebih Banyak Air Bakal Ditutup"
