Hagia Sophia

12 September 2026

Dokter Temukan Gumpalan Rambut di Dalam Perut Pasien

Penampakan gumpalan rambut. (Foto: Journal of Medical Case Reports)

Seorang gadis berusia 16 tahun di Amerika Serikat datang ke Instalasi Gawat Darurat setelah mengaami muntah-muntah selama sehari. Hasil CT scan menunjukkan ada benda asing di dalam perutnya, yang diduga adalah gumpalan rambut.

Kondisi ini disebut dengan trichobezoar. Fenomena yang tergolong langka, tapi dapat mengancam nyawa pasien. Dalam kasus ekstrem dan sangat jarang terjadi, gumpalan rambut tersebut dapat memanjang hingga akhirnya disebut Sindrom Rapunzel.

Pasien tersebut tidak memiliki riwayat gangguan mental, serta tidak menunjukkan kebotakan atau kerontokan. Kebotakan menjadi petunjuk adanya kondisi trikotilomania, dorongan kompulsif untuk mencabut rambutnya sendiri.

"Pasien kami tidak memenuhi kriteria untuk gangguan suasana hati apa pun, serta mencapai tahapan perkembangan yang normal dan tetap sepenuhnya tanpa gejala hingga terjadi penyumbatan total pada saluran gastrointestinal," tulis para dokter dalam laporan medis tersebut, dikutip dari ScienceAlert, Rabu (9/9/2026).

Gumpalan rambut yang cukup besar itu tidak bisa dikeluarkan menggunakan endoskop. Dokter lantas memutuskan untuk melakukan operasi untuk mengeluarkannya.

Setelah menjalani operasi, pasien mengungkapkan kepada dokter bahwa ia telah mulai mencabuti rambutnya sendiri dan memakannya sekitar dua tahun sebelumnya. Namun, perilaku tersebut hanya dilakukan sekitar sekali dalam seminggu, dengan hanya mencabut sekitar tiga helai rambut setiap kali melakukannya.

Hal ini kemungkinan menjadi alasan mengapa kebiasaan tersebut tidak diketahui sebelumnya. Secara keseluruhan gumpalan rambut tersebut berukuran 21,2 x 15,8 x 7,7 cm dan berat totalnya sekitar 1,5 kg.

Selain kebiasaan mencabut dan memakan rambut, pasien menyangkal adanya pemicu stres, penelantaran, trauma, atau kekerasan yang baru-baru ini dialaminya. Ia juga tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan lainnya.

Namun, pasien diketahui mengalami serangan migrain yang disertai muntah siklik sejak usia dini. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani homeschooling.

Stigma sosial dan rasa malu yang berkaitan dengan trikotilomania dan trikofagia, kebiasaan memakan rambut, membuat pasien sering berusaha keras menyembunyikan perilaku kompulsif tersebut.

"Mengingat trichobezoar berpotensi menyebabkan kondisi yang sangat berbahaya dan terkadang bahkan dapat berakibat fatal, penting untuk tidak mengabaikan kemungkinan diagnosis ini pada remaja perempuan yang mengalami mual, muntah, atau nyeri perut, meskipun tidak terdapat kerontokan rambut yang terlihat maupun gangguan kejiwaan yang menyertai," ungkap dokter dalam laporannya.

Setelah menjalani operasi, pasien diberikan sertraline, obat yang digunakan untuk menangani kecemasan, depresi, dan gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Ia juga dirujuk untuk menjalani terapi perilaku kognitif (CBT) sebelum diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cerita Dokter Temukan Gumpalan Rambut di Dalam Perut Pasien"