![]() |
| Foto: Site News |
Kabar duka datang dari dunia mukbang 'live' di China. Seorang influencer mukbang berusia 24 tahun meninggal dunia setelah mengalami henti jantung yang dilaporkan berkaitan dengan kadar kalium darah sangat rendah.
Influencer tersebut dikenal dengan nama Yingying. Orang tua Yingying mengumumkan kabar kematiannya melalui media sosial pada Jumat lalu. Ia disebut meninggal pada 17 Agustus dan memiliki lebih dari 1 juta pengikut.
Sebelum meninggal, Yingying sempat mengunggah video terakhir pada 14 Agustus. Dalam video tersebut, ia mengungkapkan bahwa kebiasaan makan berlebihan saat bekerja sebagai influencer mukbang membuat kadar kalium dalam tubuhnya turun drastis hingga harus dirawat di rumah sakit.
Ia menyebut kadar kalium darahnya pernah turun hingga 2,3. Kondisi tersebut bukan kali pertama dialaminya.
Yingying juga mengaku memiliki kebiasaan memuntahkan makanan secara paksa dalam jangka panjang. Menurutnya, kebiasaan tersebut berkaitan dengan pekerjaannya sebagai influencer mukbang.
Ia bahkan pernah mengaku harus mengonsumsi sekitar 60-70 telur pitan atau telur yang diawetkan dalam satu sesi siaran langsung.
"Meski menghasilkan uang itu penting, kesehatan harus selalu menjadi yang utama," kata Yingying dalam video terakhirnya, seperti diberitakan China News Service.
Dokter dari Departemen Kedokteran Umum Zhejiang Hospital, Chai Qichen, menjelaskan makan dalam jumlah banyak sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan kadar kalium darah turun hingga sangat rendah.
Menurutnya, masalah justru dapat terjadi ketika seseorang melakukan muntah paksa atau menggunakan obat pencahar untuk mengeluarkan makanan yang telah dikonsumsi.
"Untuk mempertahankan bentuk tubuh sambil tetap makan dalam jumlah besar, sebagian mukbanger makan di depan kamera kemudian memaksakan diri muntah setelah siaran," demikian penjelasan Chai, dikutip dari China News Service.
Cairan lambung dan usus mengandung kalium dalam konsentrasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan darah. Karena itu, muntah atau diare yang terjadi berulang kali dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak kalium.
Jika berlangsung terus-menerus, kadar kalium dalam darah dapat semakin rendah.
Kondisi yang disebut hipokalemia tersebut dapat mengganggu fungsi otot dan jantung. Pada kondisi berat, gangguan kadar kalium dapat memicu gangguan irama jantung yang berbahaya.
Kasus Yingying disebut bukan satu-satunya masalah kesehatan serius yang terjadi di kalangan influencer mukbang.
The Paper melaporkan sejumlah mukbanger melakukan pola makan ekstrem demi mempertahankan citra sebagai 'pemakan besar' dan menarik penonton. Bahkan, ada yang dilaporkan mengonsumsi 20-25 kg makanan hanya dalam waktu dua jam.
Jenis makanan yang dikonsumsi juga sangat beragam, mulai dari lobster air tawar hingga salmon.
Ada pula influencer yang dilaporkan menyantap 120 pangsit dan 16 bungkus mi instan dalam satu sesi livestream. Setelahnya, berat badannya disebut mencapai sekitar 190 kg dan mengalami berbagai masalah kesehatan akibat obesitas.
Sebagian influencer lainnya bahkan dilaporkan melakukan aksi makan atau minum secara palsu serta membuat klaim berlebihan mengenai jumlah makanan yang dikonsumsi.
Besarnya kemampuan makan berkaitan langsung dengan jumlah penonton. Semakin banyak penonton, semakin besar pula peluang mendapatkan pemasukan dari iklan maupun penjualan melalui livestream.
Kondisi itu membuat sebagian influencer tetap melakukan siaran meski tubuh telah menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan.
China sebenarnya telah memiliki aturan untuk membatasi konten makan berlebihan di internet.
Konten semacam itu menjadi salah satu sasaran dalam kampanye Qinglang Operation. Undang-Undang Anti-Pemborosan Makanan yang disahkan pada 2021 secara tegas melarang produksi, publikasi, dan penyebaran konten audio maupun video yang mempromosikan konsumsi makanan secara berlebihan.
Aturan perilaku bagi streamer online yang diterbitkan pada 2022 juga melarang sejumlah praktik, termasuk berpura-pura makan, memuntahkan makanan secara sengaja, serta melakukan makan berlebihan.
Meski demikian, kasus influencer yang tetap melakukan pola makan ekstrem menunjukkan risiko kesehatan masih menjadi persoalan di balik industri mukbang.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Influencer Mukbang Meninggal di Usia 24, Begini Awal Mulanya"
