![]() |
| Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin) |
Kementerian Kesehatan mengimbau para produsen hingga distributor untuk menjaga kelancaran pasokan dan distribusi masker. Hal ini karena masker banyak diburu di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Pelaku usaha diimbau tidak melakukan penimbunan atau pembatasan pasokan, yang menyebabkan kelangkaan stok dan kenaikan harga secara tidak wajar yang dapat merugikan masyarakat," kata Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Aji Muhawarman kepada detikcom, Selasa (8/9/2026).
Kemenkes tidak main-main kepada para oknum produsen atau pedagang nakal yang secara sengaja menimbun masker demi keuntungan pribadi. Saat ini, Kemenkes mencatat bahwa kelangkaan masih terjadi di tingkat penjual eceran di beberapa tempat.
"Kemenkes akan melakukan pembinaan dan pengawasan. Apabila ditemukan pelanggaran, dapat dikenakan sanksi pidana atau administratif, berupa peringatan sampai dengan pencabutan perizinan berusaha, sesuai tingkat pelanggarannya," katanya.
Aji mengimbau untuk membeli masker sesuai kebutuhan dan tidak melakukan 'panic buying' atau penimbunan.
"Kemenkes juga memperkuat dukungan logistik kesehatan sesuai kebutuhan wilayah terdampak. Kemenkes telah mendistribusikan lebih dari 100,000 masker N95 dan masker medis, ribuan kacamata goggle, obat-obatan dan alat kesehatan gratis ke daerah terdampak paling parah di Lampung, Banten, Jawa Barat dan Jakarta," kata Aji.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau"
