![]() |
| Apakah ada dampak polusi ke jantung? Foto: Getty Images/Remains |
Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini terjadi di beberapa wilayah Indonesia tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga membawa ancaman serius bagi kesehatan.
Di tengah pekatnya kabut asap yang juga menyelimuti pemukiman warga, muncul sebuah kekhawatiran: apakah paparan polusi asap karhutla secara tiba-tiba atau terus menerus dapat memicu penyumbatan pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung?
Menjawab keresahan tersebut, praktisi kesehatan, dr Maya Munigar Apandi, SpJP(K) menjelaskan kaitan antara polusi udara dan kesehatan kardiovaskular. Menurutnya, paparan polusi asap umumnya tidak serta-merta menjadi penyebab langsung terjadinya sumbatan pada pembuluh darah di jantung.
Menurut dr Maya, hingga saat ini belum ada data yang secara khusus mengaitkan hubungan antara polusi asap, baik yang berasal industri, kendaraan bermotor, maupun asap karhutla, dengan penyakit jantung.
Meskipun demikian, bukan berarti situasi ini tidak berbahaya bagi kesehatan jantung. Dampak buruk asap karhutla terhadap kesehatan jantung ternyata datang dari jalur yang berbeda, yakni faktor psikologis.
"Tapi untuk individu yang menurut saya ya terpapar kondisi tersebut terus-terusan, ya itu kan secara tidak langsung akan menjadi sumber stres sendiri ya untuk individu tersebut, baik disadari maupun tidak disadari," ujar dr Maya ketika ditemui detikcom, Rabu (26/8/2026).
"Nah, mungkin stres yang berkepanjangan ini yang menyebabkan pasien tersebut punya risiko sakit jantung, bukan langsung dari si asapnya," lanjutnya.
Dengan kata lain, tekanan mental dan stres berkepanjangan akibat hidup di tengah kepungan polusi asap itulah yang pada akhirnya meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Paparan Polusi Bisa Memicu Serangan Jantung? Ini Kata Dokter"
