![]() |
| Kepala BGN Sudaryono (Foto: Dwi/detikcom) |
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberi respons soal kabar siswa disuruh tetap mengambil Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah-tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut pria yang akrab disapa Mas Dar ini, situasi tersebut terjadi karena dapur sudah siap dalam memasak dan mendistribusikan makanan, namun muncul keputusan bahwa sekolah diliburkan.
"Ada kan katanya karena karhutla kemudian siswanya disuruh mengambil atau orang tuanya disuruh ambil, itu begini, karena ada karhutla itu kemudian sekolahnya libur, tetapi diumumkan di saat dapurnya sudah memasak, sudah beli bahan baku, sudah dicacah, sudah persiapan, sehingga harus dimasak dan kemudian di hari itu diambil, besoknya sudah enggak ada lagi," kata Sudaryono usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, dikutip dari 20D, Jumat (4/9/2026).
Mas Dar ini menegaskan bahwa terkait program MBG, pihaknya mengikuti segala kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah maupun provinsi.
"Intinya kami mengikuti pengumuman dari pemerintah daerah. Libur, tidak libur, itu kita mengikuti. Pertimbangannya, kami tidak pernah kemudian memaksa demi MBG walaupun karhutla bukalah sekolah, enggak," katanya.
"Kami intinya menyerahkan (kewenangan) SMA itu di pemerintah gubernur, kemudian SD, SMP kan di bupati/wali kota, kami serahkan, begitu libur, kemudian MBG mengikuti," lanjutnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kepala BGN Buka Suara soal Siswa Disuruh Ambil MBG di Tengah Libur Karhutla"
