Hagia Sophia

15 September 2026

Komentar IDAI Tentang Kemungkinan Hilang Ingatan karena Keracunan MBG

Keracunan MBG. Foto: Getty Images/Rungruedee Malasri

Jagat media sosial dihebohkan oleh laporan seorang siswa SMA di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, berinisial FP, yang disebut mengalami gangguan ingatan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelum akhirnya ditangani di RSUP Adam Malik, Medan, siswa tersebut sempat menjalani serangkaian pemeriksaan di beberapa fasilitas kesehatan.

Praktisi kesehatan anak Prof Dr dr Damayanti Rusli Sjarif, SpA, Subsp NPM(K) dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan, keracunan makanan yang disebabkan oleh cemaran bakteri atau kuman umumnya memiliki respons tubuh yang spesifik, yakni berupa gejala saluran pencernaan atau gastrointestinal. Organ tubuh secara alami akan berusaha mengeluarkan racun tersebut.

Batas Maksimal Telur yang Dikonsumsi Dalam Sehari

Foto: Getty Images/iStockphoto/Poravute

Telur menjadi salah satu sumber protein favorit masyarakat, karena harganya yang terjangkau dan praktis diolah. Namun, sering kali timbul keraguan terkait batas aman mengonsumsi telur dalam sehari agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa batas maksimal konsumsi telur harian sebenarnya bervariasi pada setiap individu. Hal ini tergantung pada kebutuhan total protein masing-masing orang.

Bakteri Patogen Penyebab Keracunan MBG

Ilustrasi makanan. Foto: Getty Images/iStockphoto/helovi

Dokumen hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian keracunan MBG yang dialami ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, viral di media sosial baru-baru ini.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sumatra Utara (Labkesda Sumut), Pulo, dalam pernyataan kepada wartawan membenarkan temuan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan dilakukan atas permintaan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.

Pakar Temukan Virus Baru yang Ditularkan Kutu

Foto: Getty Images/andriano_cz

Ilmuwan di China mengidentifikasi virus baru yang ditularkan melalui kutu dan dapat menyebabkan penyakit mirip influenza. Infeksi tersebut ditandai dengan demam, kelelahan, gangguan saluran pencernaan, serta sejumlah hasil pemeriksaan laboratorium yang abnormal.

Tim peneliti yang dipimpin ilmuwan dari State Key Laboratory of Pathogen and Biosecurity di Beijing menamai virus baru dari kelompok orthonairovirus tersebut Asian longhorned tick nairovirus (ALTNV).

Beberapa Makanan yang Terbukti Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Foto: Ilustrasi makan Getty Images/kyotokushige

Selama ini, banyak pembahasan mengenai bagaimana makanan yang kita konsumsi dapat memengaruhi kesehatan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa sekadar memiliki preferensi terhadap makanan tertentu juga mungkin berkaitan dengan usia harapan hidup.

Dikutip dari laman NYPost, para peneliti mengidentifikasi enam jenis makanan dan bahan pangan yang dikaitkan dengan umur lebih panjang, sementara lima lainnya ditemukan berhubungan dengan umur yang lebih pendek. Penelitian ini melibatkan lebih dari 177.000 orang dari seluruh Inggris.

Sejumlah Makanan Ini Berdampak Buruk untuk Kesehatan Jantung

Foto: Ilustrasi mi instan (Getty Images/iStockphoto/ToscaWhi)

Untuk menjaga kesehatan jantung, banyak orang lebih fokus pada makanan yang perlu ditambahkan, seperti sayuran, serat, dan lemak sehat.

Namun, mengenali makanan yang mungkin berdampak buruk pada kesehatan jantung juga bisa membantu. Makanan tinggi natrium, lemak jenuh, karbohidrat olahan, serta gula tambahan lebih kuat kaitannya dengan risiko penyakit jantung, terutama jika makanan tersebut sering dikonsumsi.

Dembele Tidak Berharap Banyak Dapat Ballon d'Or 2026

Ousmane Dembele gak lagi ngoyo kejar Ballon d'Or 2026. (REUTERS/Abdul Saboor)

Ousmane Dembele dijagokan masuk daftar pemenang Ballon d'Or 2026. Tapi, Dembele tidak akan kecewa seandainya gagal mempertahankan trofi itu.

Dembele merupakan pemenang edisi tahun lalu usai membawa Paris Saint-Germain meraih treble musim 2025/2025, termasuk gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.