Hagia Sophia

08 March 2023

Pria Ini Meninggal Akibat Konsumsi Viagra dan Alkohol Bersamaan

Seorang pria di India tewas seusai minum Viagra dicampur alkohol. (Foto: BBC Magazine)

Nasib tragis menimpa seorang pria berusia 41 tahun di India. Ia diketahui meninggal dunia akibat mengonsumsi Viagra dan alkohol secara bersamaan.

Pria asal Nagpur, India, sedang menginap di sebuah hotel dengan seorang teman wanitanya. Diketahui keduanya minum alkohol bersama sebelum pria tersebut mengambil dua tablet yang mengandung 50 mg sildenafil merek Viagra.

Menurut Journal of Forensic and Legal Medicine edisi Maret, ia merasakan ketidaknyamanan ketika terbangun di esok harinya. Dia juga muntah-muntah, dan teman perempuannya mendesaknya untuk mencari bantuan medis.

Pria yang tidak disebutkan identitasnya tersebut menepis kekhawatirannya dan mengatakan kepada temannya bahwa dia telah mengalami gejala tersebut sebelumnya. Namun, kondisinya semakin parah.

Pria itu dibawa ke rumah sakit tetapi dinyatakan meninggal sesampainya di sana. Dia meninggal karena pendarahan serebrovaskular, yaitu ketika pengiriman oksigen ke otak berkurang.

Hasil otopsi menunjukkan penyebab kematiannya. Pria tersebut meninggal dunia akibat campuran alkohol dan obat-obatan, serta tekanan darah tinggi yang diidap sebelumnya.

Tingkat alkohol dalam darahnya adalah 0,186, hampir empat kali lipat batas mengemudi legal Australia yaitu 0,05.

Penyalahgunaan Viagra

Di India, penggunaan Viagra tanpa pengawasan dan resep telah merajalela, dengan orang menggunakannya untuk hubungan seksual yang lebih tahan lama daripada sebagai bantuan untuk disfungsi ereksi (impoten). Dilaporkan Daily Mail, pria ini tidak memiliki resep untuk obat tersebut.

Efek samping obat termasuk sakit kepala, sakit perut berulang, masalah tekanan darah, kemerahan dan hidung tersumbat.

Di samping itu, obat tersebut ternyata memiliki manfaat lain yang tidak terkait dengan keperkasaan pria. Pada bulan Januari, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine mengklaim bahwa penggunaan obat tersebut menurunkan risiko penyakit jantung pada pria sebesar 39 persen.

Dikutip dari NY Post, para peneliti dari University of Southern California mempelajari 70 ribu pria dewasa dengan usia rata-rata 52 tahun yang telah didiagnosis dengan disfungsi ereksi antara tahun 2006 dan 2020.

Para peneliti melihat catatan medis peserta untuk melihat siapa yang telah meminum obat tersebut dan apakah mereka menderita masalah jantung selama masa tindak lanjut. Faktor-faktor seperti ras, tinggi dan berat badan diperhitungkan saat menyesuaikan temuan.

Studi ini menemukan bahwa mereka yang menggunakan obat disfungsi ereksi lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami masalah jantung dan kematian akibat penyakit jantung turun hampir 40 persen.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Nekat Minum Alkohol Campur Viagra, Pria Ini Tewas Gegara Perdarahan Otak"