Hagia Sophia

18 December 2023

Berbagai Fakta Tentang Varian Omicron JN.1 yang Serang Singapura

Singapura mengalami lonjakan COVID-19 akibat penyebaran varian baru JN.1. (Foto: AP Photo)

Belakangan ini, kasus COVID-19 di Singapura kian melonjak. Saat ini, kasusnya dilaporkan meningkat 75 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Rata-rata rawat inap harian akibat COVID-19 dari 225 menjadi 350 orang. Sementara pasien dengan kebutuhan perawatan intensif sebanyak sembilan orang, dari semula 'hanya' empat.

Kasus Terbanyak Akibat Infeksi JN.1

Peningkatan kasus COVID-19 di Singapura dipicu oleh sejumlah faktor, termasuk melemahnya kekebalan penduduk, serta meningkatnya mobilitas dan interaksi masyarakat menjelang momen akhir tahun.

Peningkatan kasus ini juga disebabkan oleh COVID-19 subvarian Omicron JN.1, turunan atau sublineage dari subvarian Omicron BA.2.86 yang saat ini mencakup lebih dari 60 persen kasus COVID-19 di Singapura.

Adapun subvarian ini pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat pada bulan September lalu.

Tidak ada Indikasi JN.1 Lebih Mudah Menular dan Lebih Parah

BA.2.86 dan turunannya telah diklasifikasikan sebagai varian yang menjadi perhatian atau variant of interest (VOI) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 21 November.

Meski begitu, Kemenkes Singapura menambahkan, saat ini tidak ada indikasi, secara global atau lokal, yang menyebut BA.2.86 atau JN.1 lebih mudah menular. Termasuk juga tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan varian lain yang beredar.

JN.1 Lebih Kuat Dibandingkan Induknya

Ahli virologi komputasi di Fred Hutchinson Cancer Center di Seattle, dr Jesse Bloom, menyebut BA.2.86 terus berevolusi dan berpotensi menciptakan keturunan yang lebih kuat. Menurutnya, mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Columbia dan di China, ditemukan bahwa varian JN.1 memiliki satu perubahan kode genetik, yang membuatnya lebih mampu lolos dari pertahanan kekebalan tubuh.

"Dari segi kebugaran, yang kami lihat adalah JN.1 meningkat jumlahnya lebih cepat dibandingkan induknya, BA.2.86," tutur Bloom.

Gejala COVID yang Berbeda

Gejala dari subvarian Omicron ini pun berbeda dari varian-varian sebelumnya. JN.1 bisa memunculkan gejala pada lidah atau yang disebut sebagai COVID Tongue. Dikabarkan bahwa banyak pasien terpapar mengaku bahwa lidah mereka terlihat tidak normal.

Adapun gejala pada lidah terkait COVID-19 (COVID Tongue) ditandai dengan pembengkakan atau peradangan pasca terinfeksi COVID-19. Beberapa pasien mungkin juga menyadari bahwa lidah mereka tampak lebih putih dan tidak merata dari biasanya.

Selain gejala tersebut, beberapa pasien juga mengalami gejala lain seperti kemerahan berlebihan, sensasi terbakar, mati rasa, pada tingkat tertentu di lidah.

Terkadang, benjolan atau sariawan juga bisa muncul pada pasien yang terpapar. Kemunculan sariawan ini biasanya perlu ditangani dengan obat-obatan agar membaik.

Menurut studi Zoe Covid, terdapat beberapa faktor yang dapat membuat sebagian pengidap COVID-19 mengalami gejala tersebut. Salah satunya karena respons imun pasien terhadap virus SARS-CoV-2.

Faktor lainnya, mungkin dipengaruhi oleh besarnya jumlah reseptor ACE pada mulut pengidap. Gejala pada lidah terkait COVID muncul karena jumlah virus SARS-CoV-2 yang menempel di reseptor-reseptor tersebut cukup tinggi.

Orang-orang yang mengalami gejala ini sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter. Hal ini dikarenakan pasien memerlukan obat tambahan untuk mengobati atau meringankan keluhan bengkak hingga radang pada lidah.

Belum Ditemukan di Indonesia

Kementerian Kesehatan RI memastikan belum ada temuan varian JN.1, atau sublineage dari Omicron BA.2.86. Pemerintah melihat dominasi kasus dari pasien COVID-19 yang kembali melonjak masih disumbang varian EG.1 atau 'Eris'.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Maxi Rein Rondonuwu juga menegaskan sejauh ini belum ada varian JN.1.

"Belum kita temukan ya sejauh ini varian JN.1," tegas dia saat dihubungi detikcom Minggu (17/12/2023).




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Fakta-fakta Varian Omicron JN. 1 yang 'Serang' Singapura, Waspadai Gejalanya"