Hagia Sophia

30 June 2026

DPR: Gunakan Teknologi AI untuk Bantu Nakes di Daerah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth)

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kini mulai coba digeser ke sektor kesehatan. Ke depannya, AI diharapkan bisa membantu tenaga medis atau tenaga kesehatan dalam membantu pelayanan.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh usul bahwa AI bisa digunakan untuk membantu pelayanan kesehatan di daerah yang masih kekurangan dokter.

Menanggapi hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengatakan bahwa di sektor kesehatan, kehadiran dokter secara langsung masih sangat dibutuhkan.

"Mungkin kita mulai dulu dengan telemedicine. Yang secara fundamental harus dijawab adalah kekurangan dokter itu terjadi terutama di daerah-daerah terpencil. Itu yang harus dijawab, ya," kata Budi seusai rapat kerja bersama Komisi IX DPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Budi mengatakan bahwa teknologi seperti telemedicine, AI, dan inovasi digital lainnya dapat menjadi pelengkap layanan kesehatan. Namun, pemanfaatan teknologi tak boleh mengalihkan fokus utama pemerintah dalam menambah jumlah dokter.

"Saya rasa prioritas utamanya ke sana dulu. Bahwa kemudian nanti ditambah dengan telemedicine, dengan AI, dan teknologi-teknologi lainnya, tapi jangan sampai itu mengalihkan fokus kita atau perhatian kita untuk memperbanyak jumlah dokter dan mendistribusikan mereka ke daerah-daerah," ujarnya.

Kehadiran dokter secara langsung masih diperlukan dalam pelayanan kesehatan. Sebab, dia mengatakan tenaga medis harus memeriksa dan berinteraksi langsung dengan pasien.

"Karena dokter dan tenaga kesehatan, tenaga medis kan mesti melihat, mesti menyentuh pasiennya juga," tuturnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "DPR Usul Nakes di Daerah Dibantu AI, Begini Respons Menkes"