![]() |
| Foto: Ilustrasi otak (Getty Images/Panuwat Dangsungnoen) |
Sensasi kesemutan biasanya dirasakan setelah duduk terlalu lama. Umumnya, hal ini tidak berbahaya.
Namun, kesemutan juga bisa terjadi disertai sensasi terbakar yang muncul tanpa alasan. Mati rasa dapat menyebar dan membuat tangan terasa lebih lemah dari biasanya.
Sistem saraf sangat pandai dalam mengirimkan sinyal ketika ada sesuatu yang tidak beres. Kesemutan, rasa terbakar, atau mati rasa yang terjadi terus-menerus tidak boleh diabaikan.
Mengapa Kesemutan Terjadi?
Otak, sumsum tulang belakang, dan saraf berfungsi seperti jaringan komunikasi yang sangat besar. Setiap gerakan hingga sentuhan bergantung pada pesan listrik yang mengalir melalui jalur-jalur ini.
Dikutip dari laman Times of India, saat sinyal-sinyal tersebut terganggu, rusak, atau tertekan, sensasi yang tidak biasa bisa muncul.
"Sensasi-sensasi ini terkait dengan sistem saraf, yang bertindak sebagai saluran komunikasi tubuh kita. Jika saraf, tulang belakang, atau otak terluka karena penyakit atau penyebab eksternal lainnya, sinyal listrik abnormal bisa dikirim ke anggota tubuh yang menyebabkan timbulnya kesemutan, rasa terbakar, mati rasa, atau sensasi seperti tersengat listrik," kata Direktur Neurologi di Rumah Sakit Spesialis Sahyadri, Nagar Road, Dr Nasli Icchaporia.
Seperti kabel listrik yang rusak, alih-alih menghantarkan sinyal dengan lancar, kabel justru mengeluarkan percikan api. Saraf juga dapat berperilaku serupa.
Kondisi tersebut bisa menyebabkan kesemutan, mati rasa, hingga sensasi seperti tersengat listrik. Terkadang gejala ini hanya berlangsung singkat, tetapi pada kondisi lain, gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah neurologis yang serius.
Penyebab Umum Kesemutan dan Nyeri Terbakar
Salah satu penyebab umum kesemutan dan nyeri terbakar yang terjadi terus-menerus adalah neuropati perifer, yaitu kondisi ketika saraf perifer mengalami kerusakan.
Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), neuropati perifer memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia dan bisa disebabkan oleh diabetes, gangguan ginjal, obat-obatan tertentu, serta penyalahgunaan alkohol.
"Gejala-gejala yang disebutkan di atas sering disebabkan oleh neuropati perifer, yang dianggap sebagai salah satu penyebab utama munculnya gejala secara terus-menerus dan merupakan penyakit yang memengaruhi saraf perifer," kata Icchaporia.
Kesemutan dan Rasa Terbakar Dikaitkan dengan Tumor Otak?
Kesemutan bisa menjadi salah satu tanda tumor otak, tetapi tidak selalu demikian. Gejala kesemutan saja tidak secara otomatis menandakan adanya tumor otak. Dalam kasus tertentu, tumor dapat mengganggu bagian otak yang memproses sensasi.
"Keberadaan tumor otak, terlepas dari ukuran dan lokasinya, bisa mengganggu fungsi otak dan mengakibatkan komplikasi sensorik," kata Icchaporia.
Tumor otak dapat menyebabkan mati rasa yang terjadi terus-menerus, kesemutan yang hanya dirasakan pada satu lengan, satu kaki, atau satu sisi wajah, sakit kepala, kejang, hingga sulit menjaga keseimbangan. Kuncinya adalah memperhatikan perkembangan gejala yang dirasakan. Gejala yang terus memburuk atau disertai perubahan neurologis lainnya tidak boleh diabaikan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Penyebab Kesemutan-Mati Rasa Terus Menerus, Bisa Jadi Tanda Awal Tumor Otak?"
