![]() |
| Foto: ilustrasi/thinkstock |
Dokter spesialis urologi sekaligus ahli bedah robotik Orlando Health AS Dr Jamin Brahmbhatt, membagikan pengalaman yang menurutnya cukup sering terjadi di ruang praktik.
Suatu hari, seorang pria datang bersama kekasihnya setelah berbulan-bulan merasakan ada benjolan di testis. Si pria sempat mengabaikan gejala tersebut hingga akhirnya dipaksa memeriksakan diri.
Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan USG, benjolan tersebut dipastikan hanya berupa kista jinak, bukan kanker.
"Dia berkata kepada kekasihnya, 'Lihat kan, aku bilang juga tidak apa-apa.' Saya justru mengatakan bahwa dia seharusnya berterima kasih karena hasilnya bisa saja sangat berbeda," beber Dr Brahmbhatt.
Menurutnya, sebagian besar benjolan pada testis memang bukan kanker. Namun, ada juga yang merupakan tanda awal kanker testis sehingga pemeriksaan tidak boleh ditunda.
Cukup Luangkan Waktu 2 Menit
Dr Brahmbhatt mengaku baru pertama kali memeriksa testisnya sendiri saat menjalani pendidikan kedokteran di bagian urologi.
Saat itu ia menemukan benjolan kecil dan langsung panik. Setelah diperiksa, benjolan tersebut ternyata hanyalah kista jinak yang kemungkinan sudah ada sejak lahir.
Pengalaman itu membuatnya menyadari pentingnya mengenali kondisi tubuh sendiri.
Ia menyarankan pria melakukan pemeriksaan testis secara berkala, misalnya saat mandi. Pemeriksaan tidak harus dilakukan setiap bulan secara ketat, tetapi cukup rutin agar mengetahui kondisi normal testis masing-masing.
"Semakin mengenal kondisi normal tubuh, semakin mudah menyadari jika terjadi perubahan," katanya.
Pemeriksaan mandiri tersebut hanya membutuhkan waktu kurang dari dua menit.
Kondisi Normal Testis
Testis memiliki dua fungsi utama, yakni memproduksi sperma dan menghasilkan hormon testosteron yang berperan penting terhadap massa otot, kepadatan tulang, gairah seksual, suasana hati, hingga energi tubuh.
Dr Brahmbhatt menjelaskan beberapa kondisi berikut masih tergolong normal:
- Salah satu testis, umumnya sebelah kiri, berada sedikit lebih rendah dibanding yang lain
- Ukuran kedua testis tidak selalu sama besar
- Terdapat struktur lunak menyerupai gulungan kecil di bagian belakang testis yang disebut epididimis, bukan tumor.
- Muncul kista kecil pada testis atau epididimis yang umumnya bersifat jinak.
- Pembuluh darah yang membesar di atas testis (varikokel), selama tidak menimbulkan keluhan berat.
- Posisi testis naik turun akibat perubahan suhu, olahraga, atau rangsangan seksual.
Tanda yang Tidak Boleh Diabaikan
Yang perlu diwaspadai adalah munculnya benjolan keras pada testis, terutama jika tidak disertai rasa nyeri.
Menurut Dr Brahmbhatt, kondisi tersebut merupakan tanda klasik kanker testis.
Berdasarkan data American Cancer Society, sekitar 9.800 pria di AS diperkirakan akan didiagnosis kanker testis pada 2026. Penyakit ini paling sering menyerang pria usia muda, terutama usia 20 hingga 30 tahun.
Meski begitu, kanker testis termasuk salah satu jenis kanker dengan tingkat kesembuhan tertinggi apabila ditemukan sejak dini. Peluang bertahan hidup dapat mencapai sekitar 99 persen.
Karena itu, siapa pun yang menemukan benjolan keras pada testis disarankan segera memeriksakan diri ke dokter, meski tidak merasakan keluhan apa pun.
Pemeriksaan fisik, USG, dan tes laboratorium dapat membantu membedakan apakah benjolan tersebut merupakan tumor jinak atau kanker.
Dr Brahmbhatt juga mengingatkan bahwa tidak semua kelainan pada testis berarti kanker.
Pembengkakan yang disertai nyeri, kemerahan, rasa hangat, demam, atau nyeri saat buang air kecil bisa menandakan epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis. Kondisi ini umumnya dapat diobati dengan antibiotik, obat antiinflamasi, dan istirahat.
Namun, bila muncul nyeri hebat secara mendadak pada salah satu testis, kondisi tersebut bisa menjadi tanda torsi testis.
Torsi testis terjadi ketika tali sperma terpelintir sehingga aliran darah menuju testis terhenti. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis yang harus segera ditangani.
"Jika tidak segera diatasi dalam hitungan jam, testis bisa kehilangan suplai darah dan akhirnya tidak dapat diselamatkan," jelas Dr Brahmbhatt.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Urolog Ungkap Cara Cek Kanker di Testis, Waspadai Gejala Awal Seperti Ini"
