![]() |
| Foto: iStock |
MSG (monosodium glutamate) masih menjadi salah satu bahan pangan yang kerap memunculkan pro dan kontra, termasuk di kalangan ibu hamil. Apalagi selama kehamilan, ibu dianjurkan lebih cermat dalam memilih makanan.
Namun, apakah MSG berbahaya bagi ibu hamil? Simak fakta ilmiah seputar konsumsi MSG selama kehamilan, mulai dari keamanannya hingga berbagai mitos yang masih sering dipercaya.
Selama masa kehamilan, ibu hamil dianjurkan untuk lebih selektif dalam mengonsumsi makanan. Tak heran jika muncul banyak pantangan yang beredar di masyarakat, termasuk anggapan bahwa ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi micin atau MSG.
Padahal berdasarkan berbagai penelitian, MSG bukan termasuk bahan makanan yang harus dipantang selama kehamilan, selama dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Dikutip dari Healthline, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan monosodium glutamat (MSG) sebagai bahan yang aman dikonsumsi. Meski ada laporan mengenai dugaan efek samping setelah mengonsumsi MSG, berbagai penelitian belum menemukan bukti konsisten bahwa MSG menyebabkan reaksi negatif pada sebagian besar orang.
Situs resmi Babycenter juga menyebut makanan yang mengandung MSG aman dikonsumsi selama kehamilan. Pasalnya, tubuh mencerna MSG dengan cara yang sama seperti glutamat yang secara alami terdapat dalam berbagai makanan, seperti tomat dan keju.
Situs resmi Babymed pun menyampaikan hingga saat ini, belum ada penelitian terpercaya yang menunjukkan efek samping negatif MSG terhadap perkembangan janin. Penelitian sejauh ini menunjukkan MSG tidak menimbulkan dampak buruk langsung pada janin.
Namun, jika Anda merasa memiliki sensitivitas terhadap MSG, seperti sering mengalami sakit kepala atau mual setelah mengonsumsinya-sebaiknya hindari makanan yang mengandung MSG selama masa kehamilan.
Selain itu, perhatikan juga kadar natrium dalam MSG. World Health Organisation (WHO) merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi kurang dari 2.000 mg natrium per hari. Batas ini setara dengan kurang dari 5 gram garam per hari.
Selama masa kehamilan, tak sedikit ibu hamil khawatir micin atau MSG membuat anak yang lahir bodoh. Pada dasarnya, tidak ada dasar ilmiah yang menyebutkan micin membuat bodoh.
Dokter spesialis gizi dr. Johanes Chandrawinata, SpGK pun mengatakan anggapan micin bikin bodoh adalah mitos. Ia menyebut tidak ada keterkaitan antara konsumsi MSG dan tingkat kecerdasan seseorang.
"Anak jadi bodoh apa karena makan micin, itu tidak ada hubungan, itu mitos mungkin ya berbagai faktor anak jadi bodoh. Karena mungkin terlalu banyak main game atau lihat tv, nonton tv, terus nggak pernah belajar," ucap dr. Johanes.
Makanan yang Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan
Selama kehamilan, ibu tidak hanya perlu memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memperhatikan keamanan makanan yang dikonsumsi. Sebab, beberapa jenis makanan berisiko membawa bakteri, parasit, atau zat yang dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun perkembangan janin. Lantas, apa saja makanan yang sebaiknya dihindari ibu hamil?
1. Makanan Mentah / Setengah Matang
Makanan mentah, baik itu ikan, telur, daging atau bahkan susu dan keju menjadi salah satu pantangan bagi ibu hamil. Sebab, makanan mentah beresiko tinggi mengandung bakteri atau parasit. Oleh karenanya, sebelum memesan makanan, tanyakan mengenai tingkat kematangannya untuk berhati-hati.
2. Makanan Tinggi Merkuri
Merkuri adalah zat, yang dalam jumlah tinggi, bisa memengaruhi sistem saraf dan kekebalan tubuh. Bahkan, merkuri juga dapat mengakibatkan masalah perkembangan anak-anak. Biasanya, merkuri sering dijumpai dalam jumlah tinggi di ikan-ikan laut berukuran besar. Ikan-ikan seperti todak, tuna, malin, atau hiu sebaiknya dihindari selama masa kehamilan.
3. Jeroan
Jeroan (organ meats) pada dasarnya kaya akan besi, selenium, dan vitamin A. Semuanya adalah nutrisi baik yang diperlukan untuk sang ibu dan bayinya. Namun, jika terlalu banyak mengonsumsi vitamin A, utamanya pada trimester pertama kehamilan, cacat lahir atau keguguran bisa terjadi.
4. Buah dan Sayuran yang Tidak Dicuci
Sama halnya dengan telur dan ikan mentah, buah dan sayuran yang tidak dicuci bisa jadi terkontaminasi bakteri dan parasit. Di antaranya yang terkenal adalah toxoplasma, escherichia coli, listeria, dan salmonella. Untuk mengurangi potensi infeksi akibat hal ini, ibu hamil harus mencuci buah dan sayuran yang akan dikonsumsi terlebih dahulu.
Mengenal Proses Pembuatan MSG Berkualitas dari Bahan Alami
Selama masa kehamilan, penting bagi ibu hamil untuk memilih MSG terbaik. Adapun MSG berkualitas biasanya terbuat melalui proses fermentasi alami, serupa dengan proses pembuatan yoghurt, keju, kecap, atau cuka.
Dikutip dari situs resmi SASA, zat utama dalam MSG adalah glutamat-sejenis asam amino yang juga secara alami terdapat dalam keju parmesan, tomat, hingga jamur. Secara umum, produksi MSG melalui tiga tahap utama. Pertama, fermentasi dimana mikroba dibiakkan dalam medium kaya karbohidrat dan nutrisi, lalu memproduksi glutamat secara alami.
Kedua, isolasi dan pemurnian, yakni glutamat yang dihasilkan dipisahkan dari medium, disaring, dikonsentrasikan, lalu dikristalisasi menjadi monosodium glutamate. Ketiga kontrol kualitas, dimana kemurnian glutamat dijaga dan hanya isomer L-glutamat yang digunakan, sesuai standar pangan internasional.
Seluruh proses ini kemudian menghasilkan MSG yang memberikan cita rasa umami atau gurih pada makanan. Manfaat MSG pun tak sekadar memberikan cita rasa, namun juga meningkatkan selera makan pada lansia.
Menurut kajian Yamamoto dkk. dalam The American Journal of Clinical Nutrition, beberapa penelitian telah menilai potensi MSG dalam mendukung asupan makanan dan status nutrisi pada lansia atau pasien dengan kondisi gizi kurang.
Selain di dapur, MSG juga pernah bermanfaat bagi tanaman. Berdasarkan artikel Viet World Kitchen, Andrea Nguyen menulis pengalaman ayahnya yang mencoba MSG pada tanaman. Hasilnya, beberapa tanaman tampak menghasilkan lebih banyak daun dan buah, terutama pada tanaman hias atau tanaman percobaan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Apakah Ibu Hamil Boleh Konsumsi MSG? Cek Faktanya!"
