Hagia Sophia

02 August 2026

Wanita Ini Alami Kerusakan Jantung Akibat Minum Kopi 8-10 Cangkir Sehari

Foto ilustrasi: Getty Images/Chinnapong

Minum kopi hangat di pagi hari memang nikmat dan bikin mata segar. Tapi kalau konsumsinya sudah berlebihan sampai belasan cangkir sehari, akan berbahaya pada kesehatan jantung.

Pengalaman pahit ini dialami Rachel Finley, seorang wanita berusia 32 tahun asal New York, Amerika Serikat. Ia sanggup minum 8 hingga 10 cangkir kopi sehari, berujung pada diagnosis kerusakan jantung.

Dulu saat berusia awal 20-an, Rachel disibukkan dengan jadwal kuliah yang padat, kerja paruh waktu di restoran hingga larut malam, serta kehidupan sosial. Merasa selalu kelelahan, ia mengandalkan kafein sebagai 'bahan bakar' agar tetap bisa beraktivitas.

"Bekerja di restoran membuat banyak perilaku tidak sehat dinormalisasi. Saya dulu peminum berat dan juga mengonsumsi pil yang mengandung kafein kalau tidak sempat minum kopi di tempat kerja," cerita Rachel, dikutip dari Newsweek.

Kala itu, ia merasa kebiasaannya normal karena teman-teman sebayanya melakukan hal yang sama demi bertahan melewati hari. Padahal, batas aman konsumsi kafein harian umumnya adalah 400 mg atau setara empat cangkir kopi saja.

Jantung Berdebar hingga Dada Terasa Berat

Akibat asupan kafein yang kelewat batas, Rachel kerap merasakan keluhan fisik seperti jantung berdebar-debar (palpitasi), dada terasa berat, hingga kesulitan tidur nyenyak di malam hari.

Rachel sempat mengurangi kopi, tetapi efek jangka panjangnya baru benar-benar terungkap beberapa tahun kemudian saat usianya menginjak 26 tahun.

Meski sudah tidur cukup 8 sampai 10 jam sehari, ia terus-menerus terbangun dengan kondisi tubuh lemas dan lelah. Atas saran rekannya, Rachel menjalani serangkaian pemeriksaan medis hingga akhirnya dirujuk ke dokter spesialis jantung.

Hasilnya, ia didiagnosis mengidap aritmia atau gangguan irama jantung. Kondisi ini dipicu oleh riwayat penyalahgunaan kafein di masa lalunya.

"Saya menangis tersedu-sedu saat keluar dari ruangan dokter jantung. Dia memberi tahu kalau saya harus merubah gaya hidup atau berisiko meninggal di usia muda. Itu benar-benar tamparan keras bagi saya," kenangnya.

Beralih ke Decaf dan Rutin Cek Jantung

Beruntung, kejadian itu menjadi titik balik bagi hidup Rachel. Kini, ia benar-benar menghindari kafein dan hanya mengonsumsi kopi decaf (bebas kafein), serta rutin melakukan pemeriksaan jantung setiap tahun.

Gejala yang dulu sering menyiksanya pun perlahan menghilang. Rachel mewanti-wanti banyak orang, terutama anak muda, agar tidak menyepelekan bahaya konsumsi kopi berlebihan maupun energy drink.

Sebagai informasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau Food and Drug Administration (FDA) mengimbau masyarakat untuk waspada jika muncul efek samping berlebih akibat kafein. Gejala penanda tubuh 'kelebihan dosis' kafein meliputi:
  • Jantung berdebar keras dan detak jantung meningkat pesat
  • Tekanan darah tinggi
  • Insomnia atau gangguan tidur parah
  • Kecemasan berlebih (anxiety)
  • Sakit perut dan pusing kepala

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cerita Wanita Alami Kerusakan Jantung gegara Minum Kopi 8-10 Cangkir Sehari"