![]() |
| Ilustrasi. (Foto: Istock) |
Kesadaran pasangan suami istri di Indonesia untuk mengambil tindakan medis dalam mengatasi masalah kesuburan kini mengalami pergeseran positif. Jika dahulu program in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung kerap menjadi opsi terakhir saat usia pernikahan sudah matang atau menginjak usia 40 tahun ke atas, tren saat ini menunjukkan makin banyaknya pasangan muda yang berkonsultasi sejak dini.
Spesialis obstetri dan ginekologi, dr Ivan Sini SpOG, mengungkapkan bahwa pergeseran persepsi ini tercermin dari tingginya inisiatif para suami yang kini tidak ragu lagi untuk ikut memeriksakan kondisi kesehatan reproduksinya.
"Bahwa dulu memang menunda, menunda, menunda itu masih tinggi sekali trennya. Tapi sekarang banyak pasangan yang lebih muda dan justru dulu kalau banyak pasangan itu datang cuma perempuannya saja," tutur dr Ivan dalam keterangannya ditulis Kamis (30/7/2026).
"Sekarang malah kadang-kadang datang sudah cowoknya duluan. Karena memang awareness terhadap bayi tabung itu sudah tinggi," sambung dia.
Faktor Usia dan Peluang Keberhasilan IVF
Meskipun kesadaran masyarakat kian meningkat, dr Ivan menegaskan bahwa faktor utama yang sangat menentukan tingkat keberhasilan program bayi tabung tetap berada pada usia calon ibu.
Kualitas dan jumlah cadangan sel telur pada perempuan di bawah usia 35 tahun jauh lebih optimal dibandingkan usia di atasnya.
Secara medis, tingkat keberhasilan IVF pada perempuan di bawah usia 35 tahun berkisar di angka 40 hingga 50 persen. Namun, dengan memanfaatkan skrining kromosom embrio sebelum proses transfer (Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy/PGT-A), peluang kehamilan dapat ditingkatkan secara drastis.
"Sampai saat ini global standar itu kita bervariasi antara sekitar 50-55 persen. Itu standar yang biasanya pada perempuan yang di bawah 35 tahun. Kalau kita mengikuti program PGTE, yaitu embrionya itu dicek dulu sebelum kita tanamkan, itu mempunyai kemungkinan untuk kehamilan per transfernya itu memang jauh lebih tinggi. Hampir sekitar 70 persennya. Kenapa? Karena embrionya itu sudah terseleksi secara kromosomnya," terang dr Ivan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Makin Banyak Pasangan RI Minat Bayi Tabung, Ini Faktor Keberhasilan Punya Momongan"
