![]() |
| Foto: Tim Graham/Getty Images |
Angka tingkat kesuburan total (total fertility rate/TFR) di India untuk pertama kalinya jatuh di bawah batas penggantian populasi (replacement level). Fenomena demografi ini memicu kekhawatiran besar terkait ancaman penuaan populasi (ageing society) di masa depan.
Padahal, selama berdekade-dekade India mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat masif hingga berhasil menggeser China sebagai negara berpenduduk terbanyak di dunia dengan populasi menembus 1,5 miliar jiwa.
Dikutip dari Al Jazeera, laporan demografi terbaru Sample Registration System (SRS) menunjukkan bahwa meskipun jumlah penduduk saat ini masih besar, penurunan angka kelahiran yang cepat berisiko membuat jumlah populasi India menyusut lebih cepat dari perkiraan para pembuat kebijakan.
Penyebab Utama Anjloknya Angka Kelahiran di India
Para ahli demografi mengidentifikasi sejumlah faktor utama yang memicu penurunan tingkat kesuburan masyarakat India:
- Akses Pendidikan dan Kontrasepsi: Meningkatnya tingkat pendidikan, terutama bagi kaum perempuan, serta kemudahan akses alat kontrasepsi membuat perencanaan keluarga menjadi lebih efektif.
- Tinggi Biaya Membesarkan Anak: Meningkatnya biaya hidup dan beban ekonomi dalam merawat serta mendidik anak membuat banyak pasangan memilih memiliki sedikit anak.
- Penurunan Angka Kematian Bayi: Data SRS mencatat angka kematian bayi di India turun signifikan dari 30 per 1.000 kelahiran hidup pada 2019 menjadi 24 per 1.000 pada 2024. Ketika peluang hidup bayi makin tinggi, dorongan orang tua untuk memiliki banyak anak cenderung menurun.
Ketimpangan Antarwilayah: Wilayah Kaya vs Wilayah Miskin
Penurunan angka kesuburan di India menunjukkan pola ketimpangan geografis dan ekonomi yang sangat kontras. Di New Delhi, angka kesuburan rata-rata turun hingga 1,2 anak per perempuan. Sementara di negara bagian selatan seperti Tamil Nadu dan Kerala yang memiliki sistem pendidikan dan kesehatan terbaik, angka TFR berada di level 1,3.
Sebaliknya, negara bagian terpotensial miskin seperti Bihar masih mencatat angka kesuburan tertinggi yaitu 2,9, disusul Uttar Pradesh dengan 2,6.
Penelitian menunjukkan bahwa wilayah selatan India berkembang lebih cepat dalam hal pertumbuhan ekonomi dan kesetaraan status sosial perempuan, yang berdampak langsung pada penurunan angka kelahiran.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Angka Kelahiran India Anjlok, Warganya Mulai Ogah Punya Anak"
