Hagia Sophia

06 September 2026

Benarkah Air Lemon Efektif untuk Hilangkan Lemak Perut?

Foto: Getty Images/iStockphoto

Sebagian orang mungkin pernah atau terbiasa memulai pagi dengan segelas air hangat dan perasan lemon. Tren ini dianggap sebagai langkah praktis untuk hidup sehat.

Namun belakangan, minuman ini sering kali dipercaya punya 'kesaktian' lebih yaitu mampu meluruhkan lemak di area perut.

Klaim tersebut tentu menggiurkan, mengingat lemak perut kerap menjadi bagian yang paling sulit dihempas saat program penurunan berat badan. Tapi, benarkah air lemon efektif mengatasi permasalahan itu?

Ahli Endokrinologi dan Diabetologi dari Aster Whitefield Hospitals, India, Dr Narendra BS, menegaskan bahwa keyakinan ini keliru. Menurutnya, tidak ada kemampuan khusus dari air lemon yang bisa membakar lemak secara instan.

"Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung gagasan bahwa air lemon membantu membakar lemak perut atau memetabolisme timbunan lemak di area perut secara spesifik. Air lemon sama sekali tidak memiliki sifat pembakar lemak," tegas Dr Narendra, dikutip dari Times of India.

Ia menambahkan tubuh tidak bisa memilih untuk membakar lemak di satu area tertentu (spot reduction) hanya karena kita mengonsumsi minuman tertentu. Pemangkasan lemak perut selalu berkaitan dengan penurunan lemak tubuh secara keseluruhan melalui pola makan, aktivitas fisik, dan faktor gaya hidup lainnya.

Lantas, mengapa sebagian orang merasa berat badannya turun setelah rutin minum air lemon?

Dr Narendra menjelaskan bahwa rahasianya bukan terletak pada lemonnya, melainkan pada kebiasaan yang berubah.

Jika seseorang yang biasanya mengawali pagi dengan kopi manis, jus kemasan, atau minuman berkalori tinggi menggantinya dengan air perasan lemon, otomatis asupan kalori harian mereka akan memangkas signifikan.

"Keuntungan ini sebagian besar didapat dari kandungan air dan defisit kalori yang terjadi, bukan karena zat di dalam lemonnya," jelasnya.

Kaya Vitamin C, Bukan Bikin 'Detoks'

Meski tak bisa membakar lemak, lemon tetap menyimpan manfaat sebagai sumber vitamin C. Tetapi, Dr Narendra mengingatkan agar air lemon tidak dijadikan 'jalan pintas' nutrisi.

Asupan vitamin C dari segelas air lemon tidak dapat menggantikan nutrisi beragam yang didapat dari konsumsi buah dan sayur utuh.

Ia juga menepis klaim populer soal efek detoksifikasi. Anggapan bahwa air lemon bisa 'membilas racun' dalam tubuh, sama sekali tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Bebas Diminum Kapan Saja, Tapi Perhatikan Efek Samping

Tak sedikit pula yang percaya air lemon harus diseduh hangat dan diminum tepat setelah bangun tidur agar fungsinya maksimal. Lagi-lagi, Dr Narendra menyebut hal itu hanya mitos.

"Air lemon bisa dikonsumsi dingin maupun hangat, kapan saja, baik pagi maupun malam hari," ungkapnya.

Meski tergolong aman, ada efek samping kecil yang kerap diabaikan. Sifat asam pada lemon yang dikonsumsi terlalu sering berisiko merusak enamel gigi.

Pada beberapa orang, kadar asam ini juga berpotensi memicu heartburn atau kambuhnya asam lambung.

Kesimpulannya, segelas air lemon hangat di pagi hari tetap boleh dinikmati sebagai pilihan minuman rendah kalori yang menyegarkan.

Namun, jangan jadikan minuman ini sebagai 'tulang punggung' program diet. Kunci utama penurunan berat badan tetap ada pada konsistensi menjaga pola makan, olah tubuh, tidur yang cukup, dan mengelola stres.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Rutin Minum Air Lemon Buat 'Luruhkan' Lemak Perut, Efektif atau Cuma Mitos?"