Hagia Sophia

06 September 2026

Faktor Pemicu dan Gejala Stroke di Usia Muda

Foto: Getty Images/GrafikLab

Stroke biasanya dikaitkan dengan orang lanjut usia, namun kini kasusnya terus meningkat di kalangan orang berusia 20-an, 30-an, dan 40-an. Beberapa faktor bisa berkontribusi pada tren ini.

Dikutip dari laman Hindustan Times, ahli bedah saraf di Rumah Sakit Lifeline, India, Dr Anoop Kumar Singh, menjelaskan alasan stroke kini terjadi di kalangan dewasa muda. Dia menyoroti faktor risiko serta tanda-tanda peringatan yang tidak boleh diabaikan.

Kenapa Stroke Terjadi di Usia Muda?

Dr Anoop mengakui adanya pergeseran profil usia pasien stroke. Menurutnya, secara historis, stroke hampir secara eksklusif terjadi pada orang yang lebih tua. Namun kini patokan tersebut telah bergeser.

"Didorong oleh transisi gaya hidup yang cepat dan realitas demografis, kami mendeteksi lonjakan stroke, serangan jantung, dan kondisi vaskular terkait yang belum pernah terjadi sebelumnya pada orang dewasa muda," katanya.

Ia menghubungkan peningkatan ini dengan kombinasi berbagai faktor, seperti gaya hidup kurang gerak dan rutinitas kerja yang padat yang bisa berkontribusi pada hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan obesitas di usia muda. Kebiasaan makan yang buruk, merokok, hingga konsumsi alkohol yang berlebihan bisa semakin meningkatkan risiko.

Selain itu, riwayat keluarga juga menjadi faktor risiko lainnya. Hipertensi, diabetes, atau gangguan pembekuan darah tertentu juga bisa membuat orang dengan usia muda lebih rentan terkena stroke.

"Risikonya meningkat secara signifikan. Jika orang tua memiliki riwayat hipertensi dini, diabetes, hiperlipidemia, atau trombofilia genetik (seperti defisiensi Protein C/S), keturunan akan membawa predisposisi yang jelas," kata Dr Singh.

Bagi individu dengan riwayat keluarga yang kuat, skrining komprehensif tidak boleh menunggu hingga usia 35 tahun; evaluasi dasar harus dimulai antara usia 20 dan 25 tahun.

Apa Saja Tanda Peringatan Dini Stroke yang Perlu Diwaspadai?

Terkadang, stroke bisa disalahartikan sebagai masalah biasa, seperti migrain atau kecemasan. Dr Singh menjelaskan ciri-ciri utamanya, seperti timbulnya gejala secara tiba-tiba yang memengaruhi satu sisi tubuh. Berikut tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan:
  • Kehilangan keseimbangan fisik secara tiba-tiba atau condong ke satu sisi saat berjalan.
  • Kehilangan penglihatan mendadak atau penglihatan kabur pada satu mata.
  • Wajah tiba-tiba terkulai atau mengeluarkan air liur tanpa disadari dari salah satu sisi mulut.
  • Kelemahan, rasa berat, atau mati rasa secara tiba-tiba pada salah satu lengan atau kaki.
  • Bicara menjadi tidak jelas secara tiba-tiba atau kesulitan mengucapkan atau memahami kata-kata.
Cara Mengidentifikasi Stroke dengan Metode BE-FAST

Dr Singh merekomendasikan penggunaan BE-FAST untuk membantu mengidentifikasi tanda-tanda stroke secara umum dan kapan penanganan medis segera mungkin diperlukan.
  • B (Balance/Keseimbangan): Tersandung tiba-tiba, pusing, atau kehilangan koordinasi.
  • E (Eyes/Mata): Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba pada satu atau kedua mata.
  • F (Face/Wajah): Asimetri saat tersenyum.
  • A (Arms/Lengan): Tidak mampu mengangkat kedua lengan.
  • S (Speech/Bicara): Bicara menjadi pelo, mengucapkan kalimat yang tidak biasa atau sulit dipahami, bahkan bisa sampai tidak mampu berbicara sama sekali.
  • T (Time/Waktu): Saatnya menghubungi layanan darurat dan segera menuju pusat penanganan stroke.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Waspada Stroke di Usia Muda, Dokter Ungkap Faktor Pemicu dan Gejalanya"