Hagia Sophia

06 September 2026

Konsumsi Kopi yang Ideal untuk Bantu Redakan Stres

Foto: Ilustrasi kopi (Getty Images/iStockphoto/grandriver)


Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders pada April 2026 menemukan bahwa minum 2-3 cangkir kopi setiap hari dikaitkan dengan risiko gangguan suasana hati dan gangguan terkait stres yang lebih rendah, seperti depresi dan kecemasan.

Dikutip dari laman Verywell Health, mengonsumsi kopi kurang dari dua hingga tiga cangkir per hari tidak menunjukkan manfaat terhadap kesehatan mental. Sementara itu, konsumsi lebih dari tiga cangkir justru dapat meningkatkan kecemasan dan menyebabkan kualitas tidur memburuk, sehingga manfaat positif kopi bisa berkurang.

Para peneliti menemukan adanya hubungan berbentuk J antara konsumsi kopi dan kesehatan mental. Temuan ini menunjukkan bahwa jumlah konsumsi yang moderat menjadi kunci untuk mendapatkan manfaat optimal.

"Studi ini mendukung bahwa asupan dalam jumlah sedang merupakan 'titik ideal', yang sejalan dengan rekomendasi umum mengenai asupan kafein saat ini," ujar Morgan L. Walker, MS, RD, ahli diet terdaftar di Lebanon Valley College.

Menurut Walker, ketika konsumsi mulai melebihi jumlah tersebut, efek samping negatif cenderung lebih sering muncul, seperti kualitas tidur yang buruk, rasa gelisah, serta peningkatan kecemasan, terutama pada orang yang lebih sensitif terhadap kafein.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa perbedaan genetik dalam cara tubuh memetabolisme kafein tidak mengubah hasil penelitian secara keseluruhan. Selain itu, ditemukan perbedaan berdasarkan jenis kelamin, dengan efek perlindungan yang sedikit lebih kuat pada pria.

Hasil penelitian juga konsisten pada berbagai jenis kopi, termasuk kopi tanpa kafein atau decaf. Walker mengatakan hal ini mengindikasikan bahwa manfaat kopi mungkin berasal dari komponen lain selain kafein, seperti antioksidan atau senyawa bioaktif lainnya.

Walker mengatakan temuan ini memperkuat apa yang sering ia sampaikan, bahwa kopi bisa menjadi bagian dari rutinitas sehat dan dapat memberikan manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah sedang. Namun, lebih banyak bukan berarti lebih baik.

Terlepas dari temuan tersebut, Walker mengatakan bahwa toleransi individu terhadap kafein tetap penting dalam praktiknya.

"Sebagian orang merasa nyaman dengan dua cangkir, sementara yang lain mungkin merasakan efek samping dengan jumlah tersebut atau bahkan kurang," katanya.

Kopi Tidak Boleh Digunakan untuk Menyembuhkan Kondisi Mental

Menurut profesor dan direktur Program Magister Sains dalam Nutrisi Klinis & Dietetik di Johnson & Wales University, Luciana Soares, MS, RDN, kopi bisa menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan mental. Namun, jangan berharap bahwa minuman ini bisa menyembuhkannya.

"Penting untuk dipahami bahwa konsumsi kopi tidak boleh digunakan untuk mengobati depresi atau kecemasan," kata Soares.

"Konsumsi kopi tidak akan langsung membuat seseorang merasa lebih baik."

Menurutnya, penelitian ini juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti bersifat observasional dan tidak menunjukkan hubungan kausal. Jadi, meski menunjukkan bahwa konsumsi kopi berhubungan positif dengan kesehatan mental dalam jumlah tertentu, penelitian ini tidak menjelaskan alasannya.

"Konsumsi kopi juga dapat mencerminkan gaya hidup tertentu karena biasanya melibatkan struktur, rutinitas, dan keterlibatan sosial," kata Soares.

Selain itu, peserta juga melaporkan sendiri asupan mereka. Studi juga tidak memberikan detail tentang persiapan kopi dan metode penyeduhan atau penggunaan bahan tambahan, seperti susu, krim, gula, atau perasa lainnya. Informasi mengenai rincian konsumsi kopi juga masih kurang.

"Secara keseluruhan, penting untuk melihat hasil penelitian ini dalam konteksnya," kata Walker.

"Penelitian ini juga tidak sepenuhnya memperhitungkan faktor-faktor kunci lainnya, seperti kualitas diet secara keseluruhan," tambahnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ternyata Segini Jumlah Kopi Ideal untuk Bantu Redakan Stres Menurut Studi"