Hagia Sophia

08 September 2026

Bolehkah Berkumur Usai Sikat Gigi? Ini Kata Dokter Gigi

Kumur setelah gosok gigi, perlu nggak sih? Foto: Getty Images/maruco

Sering memperhatikan adegan drama Korea saat para karakternya selesai menyikat gigi? Banyak dari mereka yang hanya meludahkan busanya, lalu menyeka mulut tanpa berkumur-kumur berkali-kali hingga bersih total.

Bandingkan dengan kebiasaan kebanyakan di Indonesia yang merasa "kurang afdal" kalau belum berkumur heboh sampai rongga mulut terasa benar-benar bersih dan bebas rasa rasa pasta gigi.

Lantas, mana cara yang sebenarnya paling tepat secara medis? Apakah busa sikat gigi harus dibasuh sampai hilang sama sekali, atau cukup diludahkan saja?

Fenomena 'Spit Vs Rinse'

Menjawab rasa penasaran publik, praktisi kesehatan gigi, drg Kurnia Dwi Wulan, memberikan fakta medis di balik kebiasaan yang kerap dianggap sepele ini. Menurutnya, kebiasaan berkumur terlalu kuat usai menyikat gigi justru mengurangi efektivitas dari pasta gigi itu sendiri.

"Biasanya orang Indonesia cenderung habis sikat gigi, karena ada bekas odol, jadi ngerasanya kayaknya keset banget nih rongga mulutnya, kayak sabunan gitu. Jadi kumur-kumurnya tuh terlalu keras," jelas drg Kurnia saat ditemui di Mayapada Dental Care (MDC), Jakarta Timur, Jumat (4/9/2026).

Padahal, di dalam pasta gigi terdapat kandungan penting yang berfungsi memberikan perlindungan ekstra bagi lapisan gigi, yaitu fluoride. Menurutnya, berkumur terlalu kuat dapat mengurangi efektivitas fluoride dalam melindungi lapisan gigi.

Jangan Biarkan Fluoride Terbuang Percuma

Kandungan fluoride pada pasta gigi bekerja mirip dengan topical fluoride yang biasa diberikan dokter gigi di klinik, hanya saja dengan konsentrasi berbeda yang dinyatakan dalam parts per million (ppm).

Ketika kita berkumur-kumur secara agresif, zat pelindung tersebut justru ikut terbilas air dan terbuang sia-sia sebelum sempat menempel sempurna di permukaan gigi.

Oleh karena itu, cara terbaik setelah menyikat gigi adalah cukup meludahkan (spit) sisa busanya saja, bukan membilasnya hingga benar-benar bersih tanpa sisa.

"Kalau misalkan di pasta gigi ini, memang tidak boleh tertelan. Tapi diharapkan adalah pada saat odol itu menempel di lapisan permukaan gigi, kita jatuhnya tuh ngespit sih, jadi kayak ngeceh gitu aja, tapi bukan yang kumur-kumur terlalu keras," ucapnya.

Ia mengonfirmasi bahwa menyisakan sedikit lapisan fluoride di mulut usai sikat gigi bukanlah mitos belaka, melainkan fakta medis yang disarankan.

"Jadi jangan sampai busa-busanya itu bener-bener bersih total gitu. Masih ada lah sisanya sedikit untuk fluoridenya itu menempel di dalam rongga mulut. Jadi itu fakta ya, bukan hoaks," lanjutnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kumur-kumur Setelah Sikat Gigi, Benarkah Tidak Dianjurkan? Ini Kata Dokter Gigi"