![]() |
| Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas) |
Abu vulkanik yang mengenai kulit dapat memberi efek kering, gatal, kemerahan, hingga iritasi. Ini diakibatkan oleh berbagai kandungan di dalamnya seperti partikel batuan, mineral, hingga volcanic glass yang bersifat cukup abrasif.
Dermatolog dr Claudia Christin Darmawan, MBBS PhD menuturkan permukaan abu vulkanik juga dapat membawa komponen seperti sulfat dan klorida yang berdampak pada kesehatan kulit. Lalu, apa yang bisa dilakukan jika kulit terlanjur terkena abu?
dr Claudia menuturkan abu yang menempel di kulit jangan langsung digosok atau digaruk. Lebih baik bilas dengan air bersih mengalir, lalu gunakan gentle cleanser untuk pembersihan.
"Lalu keringkan dengan cara ditepuk, lalu gunakan moisturizier," ungkap dr Claudia ketika dihubungi detikcom, Minggu (6/9/2026).
dr Claudia menyarankan double cleansing apabila keluar rumah. Namun, apabila hanya di rumah, ia menyarankan cukup lakukan gentle cleanser dan menghindari scrub, cleansing brush, atau menggosok kulit secara berlebihan.
Ia menambahkan, apabila kulit mengalami iritasi akibat paparan abu vulkanik, ada beberapa jenis skincare yang penggunaannya dibatasi terlebih dahulu.
"Saat kulit sedang iritasi, pause dulu bahan aktif yang berpotensi mengiritasi seperti AHA/BHA, retinoid, scrub, atau peeling," ungkap dr Claudia.
"Fokus ke gentle cleanser, moisturizer, dan sunscreen. Bisa pilih moisturizer dengan ceramide, glycerin, panthenol, atau soothing ingredients seperti centella dan colloidal oatmeal," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Paparan Debu Vulkanik Bisa Bikin Kulit Iritasi, Begini Cara Penanganannya"
